Sunday, March 09, 2008

Remember the Neko

"iS, kamu inget ngga, beli Neko dulu bulan apa?", sang empunya Neko tiba-tiba melontarkan martil, eh pertanyaan saat jalan di selasar Albar. Tumben-tumbenan ini si mBak nanyain yang beginian di kampus. Kalok di rumah sie emang aku biasa diinterogasi "hari ini kamu belanja apa aja? berapa?" those kind of questions, untuk kemudiaan dicatat dalam tabulasi harta gono-gini kami berdua. (*beda banget la ma aku yang menganut paham "uang itu dihabiskan, maka uang itu ada"). Si ibuk ini bener-bener wanito jowo yang teguh memelihara warisan budaya mengatur duit dengan halal, baik, dan benar. well, yeah.. setidaknya aku berpengalaman sebagai objek korban manajemennya (*hikz, it's not always a good experience.. sometimes it seems like a burden to my sloppy scattered-brain to remember where did my money (*and hers) go). It's ok, though. I learnt (*oh did I?) good stuffs from her, but I just can't apply it in the real world. well, well, well..


berapa ya umur Neko?
hm, kapan kah ultahnya?
well, satu-satunya yang kuingat adalah: milih laptop tu kayak milih teman hidup, gampang-gampang susah.. masih mending milih suami/istri, kalo ga cocok bisa cerai. Lhah kalok laptop, KUAnya nyari di mana coba?

Ni Neko didapatkan setelah si mbak melalui perjuangan panjang, berkali-kali survey Jaya Plaza-BeIPe-sampe adiknya BeIPe. yang jelas cuman Balubur aja yang nggak dijabanin.. yak, akhirnya pilihan mengerucut: yang buatan NIPPON. hm, ada 4 merek lah kira-kira. Pencarian pun berlanjut, dan apa daya fakta kecut menanti: "Wah, mBak.. hari gini nyari yang bener-bener buatan Jepang mah susah.. udah buatan Cina semua. kalau mau bla bla bla.." dan kami berdua pun bengong menanggung kecewa. Satu-satunya merek yang masi 100% made in Japan mematok harga yang lumayan fantastis untuk kantong teman saya ini. Fyuuh...

seperti memilih suami/istri. Pedagangnya mau ngasih, kita yang ogah. Giliran kita demenin, eh.. apa daya levelnya gak kesampaian.. (*bukan pengalaman pribadi! =p) yah gitu deh. Akhirnya kompromi pun dilakukan. Ambil yang tengah-tengah. yang jelas kriteria harus tetap terpenuhi: PERFORMA PRIMA! Begitulah. Maka satu merek diubek-ubek, ternyata spesifikasi dan harga di tiap toko berbeda. Perburuan kami berakhir setelah kaki tinggal dua dan mulut sisa satu (*bukannya dari awal juga segetu??). Pak pedagang bukan Cina ini menawarkan varian terbatas seri promo laptop kampus yang begini dan begitu. kami pikir semuanya ok, meskipun memory masih pengen diupgrade. Deal.

Pas udah dibayar, dan tinggal bungkus untuk dibawa, terkejut setengah mampuslah aku ketika pak pedagang bukan Cina itu menjawab pertanyaanku: "Oh, kalo ini DVDnya Combo mbak.. bukan writer.. bisa baca DVD, tapi ngewritenya untuk CD aja.." alah Bundo kanduang emak mamih engkong buyut.. I mess it up! Anee-chan, doo? Untunglah si mbak memahami kebodohanku itu dan mesem-mesem "mau gimana lagi?". Dengan harga yang sama, kalau kita memilih merek lain akan dapat spesifikasi yang juauuuuuh lebih wah. Tapi ada yang tak bisa ditipu oleh uang. So, pilihan kami tetap performa. Harus tahan lama! Yosh, tapi alhamdulillah.. sampe hari ini, pengganti Jhonny yang udah manula (*machine udaran lama) ini blom pernah mengecewakan. Cukup kecil dan ringan, desain kompak walopun kata beberapa orang penampakannya gak secantik yang lain. Yang paling aku suka dari Neko ini adalah dia tidak ribut, gak gampang panas, dan user friendly. humm, meskipun begitu, kami berdua 'berikrar'satu saat nanti akan mengejar F*J****. Hum, meskipun sekarang masih invisible, aku mulai memikirkan akan ku kasih nama apa ya laptopku nanti? Fucchan? Shinji-kun? Shugo.. may be Shugo will be nice.. (*hallaaah.. cepetanlah lulus dan cari onggokan transistor besi itu!)

2 comments:

Anonymous said...

plain outside, crowded inside. Lucu, bikin novel dunk Is, talented and well-shaped. hayo.. mundur terus pantang maju (?) :D hehe99x

KeCeBoNg said...

*hayah*
maju mundur = tukang parkir
maju terus pantang mundur = pejuang 45
mundur terus = 115 ???

:D