Tuesday, March 04, 2008

Naritachi

*** ========= ========= ***

Dua bulan lalu mampir di SUrabaya, sekedar 'ngrepotke' Chant Sensei barang sehari semalam (=P arigatou,ne!). Tadinya saya pengen ngopi buku-buku teks book Nihongo yang nampak very useful itu, tapi apa daya.. sehari kayaknya tidak cukup panjang untuk sekedar membasuh lelah selepas perjalanan Bandung-Surabaya, jalan-jalan seputar Wiyung, plus keliling DTC cuma untuk nemplok di stand es krim dan ngubek-ubek Toga Mas (*liat-liat buku mode jilbab cekek, fyuuh..)

Nah, oleh-oleh yang aku bawa adalah "prolog" tentang naritachi, alias how the kanji character developed. Yeah, pusing banget kalo liat kamus kanji (*secara 'cuma' corat-coret aneh tanpa arti) tapi begitu tau naritachinya, umm, mulai deh kebayang.. Oo gitu tho maksudnya! Saya memang blom ekspert, secara baru baca satu e-book doang, itu pun blom selesai, hikz. Tapi berikut ini beberapa huruf yang cukup berkesan.

kanji male (OTOKO) dibentuk dari huruf kekuatan (CHIKARA) dan ladang padi (TA). Artinya, dalam konsep mereka, seseorang baru diakui sebagai true man kalau dia sudah memakai kekuatannya untuk mengerjakan ladang, alias bekerja. Ehm, ic ic. Kalau kita tilik secara induktif, bisa juga kita artikan seorang lelaki setiap menghadapi kesulitan, jika melihat dirinya sendiri seharusnya akan menemukan kekuatan untuk terus bekerja (*bekerja di sini bukan hanya kerja sebagai sebuah profesi, tapi kerja-kerja kehidupan, kerja da'wah, dkk) karena dia diciptakan embedded with power.

Kanji desa (MURA) dibentuk dari kanji pohon (KI) dan hukum (SUN). Jadi desa adalah hutan yang diberi hukum, atau organisasi yang membawa masyarakat keluar dari hukum rimba. Hmm, logis..

Kanji teman (TOMO) adalah bentuk simplifikasi dari dua tangan saling bersalaman (*mengapit). yah, begitulah. Kapan-kapan disambung lagi.


recommended e-book: Read Japanese Today, Remembering the Kanji, Japanese Phrases Book

No comments: