Monday, July 06, 2009

BB

hehe, ini adalah beberapa barang bukti yang bisa diamankan dari sini

=D
yeuh,, pengen nonton lagi..
kemaren sebenernya ada pagelaran LSS namun apa daya, hujan mengalahkan kemalasanku (? lho???) padahal free entry... hehe.. (*have no translator, anyway, um...*)

ini lagi another photo-nyah.. Ken arok :D (*yang sampe sekarang masih dikejar-kejar sama tuuut*)

wah gagal upload.. ;p

Friday, July 03, 2009

Hmmm,,, berantakan

Be Not Afraid
Overcoming the Fear of Death

Johann Christoph Arnold

ini adalah bagian dari bukunya yang saya gunting begitu saja,,
I didn't recommend this book,
dakedo..
below are the best part of this book (*menurut sayah*)
dunno,
just hmm,,
dunno..









Tentu saja rasa takut tidak terbatas pada waktu
dan tempat. Ini merupakan emosi yang dirasakan secara
universal jika tidak dapat dikatakan yang utama. Kita
masing-masing sudah pernah merasakannya – misalnya
berbalik arah ketika dengan tiba-tiba melihat api
menyala atau anjing yang beringas, atau menggenggam
kayu dan meloncat ke belakang ketika sesuatu jatuh
secara tiba-tiba di hadapan kita. Tetapi ada jenis
ketakutan lain: ketakutan yang disebabkan oleh
penyakit dan kenyataan menghadapi kematian.
Ketakutan ini tidak ada hubungannya dengan menjaga
diri sendiri. Ini merupakan ketakutan akan masa depan
yang belum diketahui, ketakutan akan perubahan, dan
mungkin yang paling penting, ketakutan dalam
menghadapi hidup secara jujur dan kesadaran bahwa
kita sebenarnya tidak memiliki apa pun.


Satu hal yang saya katakan kepadanya
bahwa menderita penyakit kanker berarti melepaskan
semua kekuataan diri kita, dan mungkin melalui penyakit
ini Tuhan ingin berbicara kepada kita. Saya juga
mengingatkan bahwa sampai sekarang ia memiliki semua
yang ia inginkan: ia muda dan kuat, rupawan dan berbakat. Baginya semua baik-baik saja. Tetapi mungkin
Tuhan tidak dapat menggunakan semua anugerah yang
Ia berikan kepadanya. Saya mengatakan, “Matt, mungkin
Tuhan harus membuatmu tidak berdaya, sehingga Ia
dapat bekerja melalui kelemahanmu. Sekarang engkau
harus memohon kekuatan untuk dapat menerimanya.”
Jawabannya sangat mengagumkan, “Saya menyadarinya.
Ini sangat sulit, tetapi itulah yang harus saya lakukan.”


Namun, bagi orang yang mandiri
yang melihat kelemahan sebagai suatu kekalahan, ini
sangat menyakitkan, terutama jika ia selama bertahuntahun
telah mengeraskan hatinya melawan ide
“mengalah” pada kematian. Tiba-tiba ia melihat bahwa
kepercayaannya terhadap kemampuan diri sendiri seperti
ilusi dan menyadari bahwa bahkan orang yang paling
kuat sekali pun tidak berdaya ketika berhadapan
dengan kefanaan dirinya..............



Tetapi sesungguhnya, kita tidak pernah sendiri,
setiap saat kita dikelilingi oleh dua kekuatan yang saling
bertentangan, kekuatan jahat dan kekuatan baik. Dan
meskipun peperangan di antara keduanya terjadi dalam
setiap peristiwa kehidupan kita, saya percaya peperangan
ini paling intens terjadi ketika jiwa orang yang menjelang
ajal berada di persimpangan jalan....



Ia tahu
bagaimana rasanya dikuasai oleh perasaan takut yang
mencekam, tetapi ia berpegang pada keyakinannya akan
Allah yang lebih besar dari semua rasa takutnya dan
yang tidak akan pernah membiarkan ketakutan itu
menguasai dirinya...



Setan keputusasaan bersembunyi di setiap relung hati
manusia, dan jika kita jujur pada diri sendiri, kita harus
mengakui bahwa kita masing-masing pernah merasakan
sentuhannya yang tidak ramah itu. Putus asa merupakan
musuh terbesar kita. Putus asa membuat kita kehilangan
semua kegembiraan, semua harapan dan semua rasa
percaya diri – kadang-kadang bahkan keinginan untuk
hidup. Tentu saja, sama seperti menghadapi penyakit, kita
merasa tidak ada harapan untuk disembuhkan. Sering
menyalahkan diri sendiri menjadi penyebab utama
perasaan depresi. Banyak orang menghabiskan hidupnya
dalam perasaan bersalah. Cepat atau lambat mereka
tergoda untuk menghancurkan diri mereka sendiri.
Kadang-kadang rasa bersalah mereka itu benar; kadangkadang
hanya pikiran mereka saja – bahkan kelemahan
dan sifat-sifat buruk terlalu dibesar-besarkan sehingga
menjadi sesuatu yang tidak lagi dapat dikendalikan.



Cara penyembuhan lain yang tidak boleh kita
remehkan adalah doa. Betapa pun jelek dan tidak
sempurnanya doa kita, tetapi doa merupakan obat
penyembuh yang paling mujarab untuk perasaan putus
asa.


Tidak semua orang diberi waktu untuk
mempersiapkan kematiannya. Saya tahu beberapa orang
yang – meskipun mereka tidak tahu dengan pasti saat
kematiannya – tetapi mempunyai perasaan bahwa
waktunya di dunia sangat terbatas...




Merupakan suatu anugerah jika seseorang yang
menderita penyakit yang mematikan dapat membenahi
dirinya dan menemukan kedamaian dalam Tuhan – ketika
masih ada waktu untuk meminta pengampunan dan untuk
mengampuni, untuk menyelesaikan kerenggangan dalam
relasi dan untuk menyembuhkan luka-luka lama. Tetapi
tidak semua orang mendapat kesempatan ini.


ia berkata, “Well, Tuhan tidak memberi kepada kita
pencobaan yang melebihi kekuatan kita, jadi Tuhan
merasa bahwa saya dapat menanggung ini semua.” Dan
kepada ibunya: “Ibu, yang paling saya takutkan dalam
hidup adalah menderita penyakit kanker. Tetapi ketika
saya mendengar bahwa saya menderita penyakit itu, rasa
takut itu benar-benar hilang.”


..Yang luar biasa, ia tidak pernah sekali pun
mengutarakan kecemasannya akan masa depan, dan
sejak ia menderita sakit sampai kematiannya, tidak ada
seorang pun yang pernah mendengar ia mengeluh atau
melihat ia mengusap air matanya....



Jadi, apa artinya siap menyongsong kematian kapan
saja? Dapatkah kita berdiri di hadapan Pencipta kita dan
memberi pertanggungjawaban atas hidup kita? Kita ini
kecil dan lemah dan kita dapat meninggal kapan pun.

wakaranai na



"Sungguh cinta adalah senda gurau Tuhan,
ia bisa membuat dua manusia yang saling mencintai ketakutan.."
*hal lain yang dibaca dari buku lain*

hmm, begitukah...?

Your Face Speaks: The Water

finally, i want to cry when i read the book..
it teach me many thing that i can't understand about my self.
may tomorrow i do better


“If you have fear, you have the gift of wisdom! May we all be so blessed!
Push your boundaries of fear wisely.
Be brave enough to take some risks, and smart
enough to be a little scared when it’s appropriate. It’s finding the balance that will enrich your life."

Thursday, July 02, 2009

== my classroom is the world! ==

Sunday, June 28, 2009

...cahaya di ujung lorong... (Part II)

Tapi yang ini edisi nyontek, hehe..
belum sempat midnah-mindahin..
hmm,,

share this one:

punya iin

Friday, June 19, 2009

sa, arukimashou ..?

sebenernya hari ini saya sedih juga..
semoga lain waktu, i'd have become a better (wo)man..

kokoro ga tsuyoi,
deshou?



terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk belajar,
terima kasih telah memberi saya peluang untuk menjadi lebih baik..


*deal*

...cahaya di ujung lorong... (Part I)

akhir-akhir saya sering sekali malakin orang minta taushiyah *pertanda lagi banyak melakukan makar* yeuh,,
saya sangat bersyukur.. memiliki begitu banyak sahabat dan orang-orang yang siap mengkopikan kebaikannya untuk saya..
below adalah beberapa text message yang sempat saya selamatkan dari keganasan inbox saya..
alhamdulillah..



Nasihat Kubur:
1. saya adalah tempat yang paling gelap maka terangilah saya dengan tahajjud
2. saya adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah saya dengan bersilaturrahmi
3. saya adalah tempat yang paling sepi, maka ramaikanlah saya dengan memperbanyak membaca

Al-Qur'an
4. saya adalah tempat binatang-binatang yang menjijikkan maka racunilah ia dengan amal

sedekah
5. saya adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya, maka persiapkanlah jawabanmu dengan

perbanyak mengucapkan 'Laa Ilaaha illaLLAAH"

(Fara)


Abdullah bin Umar berkata Rasulullah saw bersabda: "sebaik-baik teman di sisi Alloh adalah

orang yang paling baik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Alloh adalah orang

yang paling baik terhadap tetangganya"
HR. Tirmidzi

(Endah)

Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Alloh dan barang siapa

beriman kepada Alloh, niscaya Alloh akan memberi petunjuk kepada hatinya, dan Alloh Maha

Mengetahui segala sesuatu."
QS. 64:11

(Endah)


Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash ra., ia berkata Rasulullah saw bersabda: "Wahai Abdullah,

janganlah kamu seperti si fulan, tadinya ia suka bangun untuk sholat malam, kemudian ia

meninggalkan sholat malamnya."
HR. Bukhari dan Muslim

(Endah)


"Minat saya adalah masa depan, karena saya akan menghabiskan seluruh sisa hidup saya di

sana."
--Charles F. Kettering, Insinyur AS penemu starter elektronik--

(Endah)

"Tidaklah muncul orang-orang BESAR dengan karya-karya BESAR, melainkan di tengah-tengah

KESULITAN dan KERJA KERAS"
Syaikh MUhammad Al-Ghazali

(Ulil)


ketika kau merasa letih dalam melakukan kebaikan maka keletihan akan segera sirna dan

kebaikannya akan abadi.
sekiranya kau bahagia melakukan dosa dan kemaksiatan, ketahuilah bahwa kebahagiaannya akan

segera sirna padahal dosa dan kemaksiatannya akan abadi.
Ali bin Abi Tholib

(Winda MT)


Life's like a piano..
white keys represent happiness,
black keys show sadness..
but as you go through life's journey,
remember that black keys make music too..

(Yenchan)



^0^

^0^ ^0^ ^0^


^0^ ^0^
^0^

malaikat itu ada,,
tapi kadang ketika kita melihat mereka tanpa sayap,,
kita menyebut mereka: "SAHABAT"

(Nunu)

Sunday, June 14, 2009

Hidup, Usia

Semakin tua, semakin banyak yang dialami. Kebahagiaan, kesedihan. Memiliki, kehilangan. Inilah konflik yang dihadapi oleh makhluk-makhluk yang hidup abadi, seperti tokoh vampir Edward dalam kisah Twilight. Ternyata hidup panjang bukanlah sebuah kenikmatan sejati. Oleh karena itu Islam mengajarkan nilai yang lebih sempurna: kehidupan yang berkah.. Karena panjangnya hidup, jika diisi dengan keburukan, maka ia akan sebanding dengan masa hukuman di neraka yang jauh lebih panjang. Adalah karunia dari Alloh jika Ia memperpanjang usia orang-orang yang mengisi hidupnya dengan kebaikan. Tapi kemarin temanku bilang: orang baik itu kebanyakan mati muda! Hmm.. Tentu saja, semua adalah hak prerogatif Alloh:

Katakanlah: “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
QS. Saba’: 36

Ya, kebanyakan dari kita tidak mengetahui apa hikmah dibalik keputusan Alloh memperpanjang atau memperpendek hidup makhlukNya, meluaskan atau menyempitkan rezekinya.. Tapi pasti semua demi kebaikan sang makhluk tersebut.

Yaa Alloh, jadikan umur terbaik hamba di penghujungnya, jadikan amal terbaik hamba di penutupnya, jadikan hari-hari terbaik hamba saat bertemu dengan-MU..
Yaa Alloh, hamba memohon kepadaMU kehidupan yang jembar, kematian yang normal, dan tempat kembali yang tidak menyedihkan dan terhindar dari prahara
(Do’a Khatmil Qur’an)

(setelah menilik satu episode Voice; sebuah pendadaran kecil pada sendi hidup.)
(terima kasih pendiri Apple, yang telah menampar kedangkalan saya. rupanya saya harus mengakui; banyak hal yang ingin saya batalkan dari agenda harian saya, jika saya mati sore ini.)

Thank You Alloh, Alhamdulillah..
(setelah level I warning...)

Di mana si anak itu?

(Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?)

Pasti sekarang dia bukan anak-anak lagi.. tapi mungkin masih suka bertingkah layaknya kanak-kanak.
Adalah suatu saat dalam hidupnya, ketika angin perubahan menawarkan arusnya yang lebih kencang dan besar, ‘tika Bundanya berkata: “Sudahlah.. Jangan jauh-jauh dari rumpun rumahmu ini…”
Lalu kengototan tekadnya membuahkan kata: “Tenanglah, Bunda.. Alloh tak kan lalai menjaga.. Di sini, di sana, di mana pun.. bahkan kalau harus ber-backpack-ing, tidur di emper masjid, Ananda kan jalan juga…”
Lalu perjalanan nasib mementahkan semua kekhawatiran, menjadikan kata-kata si anak nyata.
Di sanalah dia, salah satu periode terindah dalam hidupnya. Berumahkan masjid yang pada akhirnya paling dia cinta, ujung lain pulau rumpunnya. Tidak, bukan sebagai backpacker seperti yang dia sumbarkan. Alloh terlalu kaya kalau hanya untuk memelihara satu hambaNYA. Berumahkan masjid, dalam arti sepenuhnya: lantai, atap, dan tempat pulang! Lengkap dengan keluarga baru yang mengasuhnya penuh cinta.. ya, sebuah keluarga.. 

Di manakah si anak itu kini?

.. wa ma(n)y yattaqiLLAHa, yaj’al lahu makhroja ..

(merancang pemberontakan baru)