Thursday, August 23, 2007

Ah, apa ya?


12:57 PM 8/23/2007

[ tiaraaaaaaaaaaaaaaaap!!! diari-on-len-mode-on ]

ada yang lupa saya critain pas pulang kemaren. iya, ini kabar gembira tentang insyaAlloh akan bertambahnya sepupuku dari pasangan bibi dan pamanku yang baru menikah tahun lalu. berhubung ini adalah anak pertama mereka, juga cucu pertama dari pihak paman, maka kehadirannya begitu dinanti-nanti dan siap disambut meriah. saya sih berharap nanti putranya laki-laki, soalnya rumah kami sudah penuh dengan para wanita, heuheu.. (*tanpa bermaksud 'melawan' takdir Alloh..)

Tanpa diminta, sejak jauh-jauh hari saya sudah menyodorkan nama kepada bibi yang sudah seperti mbakyu sendiri ini. mungkin sedikit berbeda dengan saran pemberian nama yang pernah saya baca, daya imajinasiku justru tertumbuk pada sebuah patron: harus nama islami, tapi dengan ruang jelajah internasional! Heuheu, karena seiring dengan tumbuhnya da'wah, insyaAlloh kebangkitan khilafah akan memungkinkan sebuah tatanan baru: globalisasi yang seutuhnya! Tidak terbatas bentang alam dan budaya. maka nama menjadi bukan sekedar doa, tapi juga identitas dan 'brand' yang harus bisa 'diterima' oleh masyarakat global itu tadi. maka, semoga tak akan terjadi pencekalan di bandara hanya karena nama yang mirip-mirip 'teroris', atau salah sebut yang justru bikin doanya 'ambyar'. atau malah mengaku-aku nama depannya 'pak' karena petugas administrasi ngotot minta nama depan untuk nama jawa yang memang super-hemat-hanya-satu-kata itu. ya, nama yang sederhana tapi memenuhi semua kriteria tadi. lho, kok makin sulit ya?


Dan saya teringat dengan sebuah nama. Sena. Dalam mitologi jawa, sena (dengan 'a' dibaca antara 'a' dan 'o', atau kalau tak bisa membayangkan, minta saja teman Anda mengatakan 'apa' dalam bahasa Jawa.. halaah.. repot amat?! Pokoknya getu lah..) adalah seorang ksatria sakti mandraguna, waduh dari mananya saya lupa, ada di buku kridha basa SD saya.. [haha, na' kliatan tho kalo saya bukan penjaga budaya-jawa-adiluhung yang baik?] Pokoknya, yang saya ingat kata Bu Soeminarti Sena adalah ksatria sejati gagah berani, pembela kebenaran dan keadilan dunia wayang. dan saya percaya.

Sena juga bisa diambil dari Ibnu Sina, tokoh ilmuwan terkenal zaman kejayaan islam, yang dikenal barat sebagai Avicena. Pokoknya dia juga orang hebat cerdas cendikia.

Sena dengar-dengar adalah nama salah satu tokoh dorama jepang, umm.. bisa juga toh?
setidaknya cukup bisa diterima di barat dan di timur ^^ (maksa!)

Saya sendiri lupa apa lengkapnya nama yang saya sms-kan itu. (dasar!) tapi saya embel-embeli: POKOKNYA panggilannya harus 'Sena' dengan 'a' yang asli seperti di 'bahasa Indonesia'. titik.

kalau ternyata perempuan, namai saja Shofya, bahasa arab untuk 'bersih' dan sudah biasa di telinga barat maupun tenggara. (tidak adil, tidak ada ulasan!)

beberapa waktu kemudian, ide berubah lagi. Sudahlah, apapun namanya, yang penting pas disingkat namanya jadi SYAM. Soalnya dulu saya sempat tergila-gila dengan nama ini, kakak kelasku perempuan ada yang bernama Syam. dan kalau dipanggil, kok rasanya berdentang-dentang merdu di telinga.. Ahh, ambisi selera pribadi! Dan lagi-lagi akan diusulkan: Syarif (semoa yang mulia tidak hanya nasab, tapi juga megah jiwanya) Yusuf (siapa lagi dalam Al-Qur'an yang diceritakan dalam satu surah penuh? yang sempurna akhlak dan dzahirnya..) Ahmad (panggilan kecintaan dari ibunda Rasulullah) M... Hah? Terbacalah kilas berita di sebuah stasiun televisi nasional: ... Syam ditangkap petugas.. tersangka meracuni.. ditemukan bom.. dikontrakan Syam.. dihukum... penyelidikan..
Gleggg..


pe-er: nyariin pernak pernik bola untuk si bungsu, dan tetek bengek anime//manga untuk 'kembaran'ku yang ternyata jauh lebih dahsyat maniaknya!! sambil mencari-cari, kali-kali aja ada nama lain yang unik juga..