Friday, October 22, 2004

Kebon Bibit, Satu Sore

Kebon Bibit, Rabu menjelang sore


Sisa-sisa gerahnya siang masih menyerang, menambah keenggananku melewati jalan pulang ini. Ehm, entah sudah berapa puluh, bahkan mungkin ratus kali aku melewati jalan ini. Tapi tak tahu mengapa, tiba-tiba saja sebuah ide menyeruak menggelitik pikiranku. Hm, beberapa ekor lalat kayaknya asyik banget ngerubutin tumpukan sampah. Terbang muter-muter, nari-nari. Padahal, tumpukan sampah itu ada di depan kompleks sekolah!! Memang sih, nggak pernah ada peraturan bahwa lalat nggak boleh berkeliaran di area sekitar sekolah. Tapi.. kan .. namanya juga sekolah .. harusnya tempat ini menjadi sentra pembelajaran dan pendidikan yang akan mencetak manusia-manusia berbudi. Salah satunya ya tentang barang dan mantan barang yang lagi dikerubutin lalat tadi. Hm, it’s sounds impossible for me, kalo sejak kecil mereka sudah disuguhi serakan sampah di got, trus tiba-tiba pas mereka jadi orang diharapkan bisa jaga kebersihan! Non sense ! Kalau nyampah sembarangan sudah dianggap sebagai sebuah kewajaran, yah.. susah buat menanamkan perasaan menyayangi keindahan. Padahal, tiap kali ulangan pasti muncul pertanyaan, “ apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu menemukan sampah di jalan, di mana kita seharusnya membuang sampah, kebersihan itu sebagian dari …” Dan semua wajib menjawab standar, yang nggak akan pernah mereka temui dalam kenyataannya, bahkan tepat di depan gerbang sekolah mereka sendiri. Lalu di mana kita?

No comments: