Friday, July 18, 2008

Size does Matter

Oke.

Kenalkan.

Namanya ASRi; yang telah berusaha saia cintai setidaknya dalam satu tahun terakhir ini. Well, kalau dihitung-hitung dengan masa pedekate bin cari-cari informasi, umm.. ada deh satu koma dua tahun. Cukup lama bukan? Tapi itu bukan berarti saia sudah mengenalnya begitu dekat. Karena, hum.. satu tahun lebih ini kami putus sambung, kayak palang rel kereta api. Kan banyakan nggak nyambungnya tuh..? (*Gila aja, bisa ngamuk-ngamuk supir angkot, kagak bisa narik kalo palang ditutup mulu..!*)

Sang Tersangka

Kan udah saya bilang, namanya ASRi, well, kalo teman-teman gugling ga akan nemu sih.. soalnya Pak Gugel memindainya sebagai aa’-es-er (*bukan aa’-aa’ anak jurusan SR lho..*) tapi dia ini reaksi yang terjadi antara alkali dengan silika (*huhuhu.. tebak sendiri nama resmi yang dikasih orang tua ASRi.. sengaja nggak ditulis lengkap karena saia tidak ingin membuat akademisi yang susah-susah mengejar aa’-es-er dari gugel nyasar di mari dan memaki pett0 saia sebagai penipu penggila traffic! Blog menye-menye, yes..! pengejar traffic, no!)

Jenis Kejahatan

Apa sih dosa bang ASRi?

Pernah kan maen-maen dengan frizer (*kalo gak punya frizer, cobalah hentikan tukang jualan es nong-nong, trus merengeklah sampai teman-teman di bawa ke rumah juragan tukang pembuat es-nya.. kalau rengekan tidak mempan, rayu saja.. bilang kalau teman-teman rela dijadikan mantu, huhuhu.. Husss!! Bahasamu kuwi lho, Bon9.. kok makin aneh ae.. nggak dapat bang ASRi yow wis mbok ya nyari yang laen.. secara pangeran kodhok masi banyak lho ya.. heuheu..*)

Oke, balik lagi ke Jonathan Frizer, eh, mbuh lah, pokok’e dhe’e kuwi alat untuk membekukan barang-barang sing bisa membeku alias membikin es. Coba isikan air sampe benar-benar-benar puenuuuh hingga tiada lagi ruang kosong dalam botol tertutup berbahan plastik. Abis itu bekukan. What will happen? Nak botole pecah tho? Karena air dalam fasa padat alias es mengalami pertambahan volume. Penambahan volume tersebut mengakibatkan tekanan dalam botol meningkat, yang pada akhirnya (*kalau material pembuat botolnya tidak cukup kuat*) akan mengakibatkan keretakan bahkan pecah..

Analog dengan proses di atas, bang ASRi ini dalam beton juga suka berlaku begitu. Kalau kang alkali yang rumahnya di semen sudah ngebet jatuh cintrong sama mbak Silika yang asalnya dari batuan agregat, lahirlah gel. Gel itu ngendon di dalam ruang kosong beton, terus menghisap kelembaban dari tetangga-tetangganya, sampai kembung, dan akhirnya tuuuuuuuut..! Retaklah beton rumah bang ASRi tadi. Padahal, kalau beton sudah retak begitu, alamat bakal cepet peot bin harus dipugar total. Benar, harus diganti total! Yang ujung-ujungnya adalah fulus bin duitz..

Pertolongan Pertama pada KorBang ASRi

Ya ndak ada yang instan sebenernya untuk masalah bang ASRi ini. Sudah dan sedang diuji coba untuk mengenalkan mbak silika dengan klan alkali tertentu yang lebih kecil tingkat pengembangannya, bahkan kalau bisa yang tidak mengembang sama-sekali. Dialah Dik litium. Hum,,, senernya ada hubungan yang cukup signifikan antara ukuran partikel masing-masing tokoh dalam novel ini yang nantinya berujung pada pessimum effect yang tidak lain tidak bukan harus diakalin dengan permen nano-nano. Nanti kapan-kapan saya ceritakan yang lebih detail. Sekarang mah perkenalan aja.

Karena tulisan ini sifatnya hanya laporan selingan tilik sandi, maka banyak batasan dan kondisi-kondisi yang tidak terlaporkan mengingat tingkat kerahasiaan proyek ini yang serba tidak jelas. Kalau rekan-rekan sesama detektif ada menemukan kejanggalan physical evidence, atau bahkan paham sesat lainnya, silakan segera membuat berkas gugatan. Saia akan sangat menghargai ide-ide baru untuk menjebak bang ASRi ini, mengingat saia diwajibkan Big Bos untuk menambah jenis perlakuan ataupun lain-lain yang lain. Jika ada yang tertarik untuk kenalan lebih lanjut dengan bang ASRi, kontak saia japri, karena saia tidak punya fasilitas buat naroh-naroh fail. Dan emang nggak ada niat ngupload-ngupload kerjaan yang belum dikerjain. Sekian terima kasih.

Ya, itulah teman kang Agust Khair yang tidak gagal, tapi juga belum berhasil saia dapatkan..

Nantikan kelanjutan kisahnya di episode pengejaran saia selanjutnya

Masih bingung mau mancing bang ASRi ke mana..

Huhuhu… dudududu… (*bersiul-siul… jam tiga pagi.. tapi boong.. *)

… sembari membaca .pdf tugas akhir seorang teman yang membuatku merasa belum melakukan apa-apa …

3 comments:

BlogAdi said...

Jualan es nong-nong, wah mau banget tuh coz skrang disini panas banget.

nyambung ga ya komen nya :?

BlogAdi said...

oia, boleh minta tukar link kan? link kamu udah saia masukin :D

KeCeBoNg said...

blogadi; sudah di link kok blognyah.. :D silakan diliat di bagian inisial B
Nanti kalau pabrik es nya udah jadi saya kabari, siap jadi agen kalo gitu.. (*secara di situ panas terus kayaknyah..*)
thx udah dilink