Friday, October 02, 2009

Resensi: A Diary of Hee Ah Lee

Pertama mendengar nama ini, saya benar-benar tidak mendapat gambaran siapa sebenarnya pemilik nama ini; ilmuwankah, artiskah, politiciankah, entah.. Setelah tak sengaja membaca tulisan teman tentangnya, barulah saya beroleh penjelasan mengapa orang yang ternyata pianis ini istimewa. Tak dinyana perjalanan hidup membuat saya berkesempatan membaca sebagian kisah hidupnya. Ya, sebagian saja karena buku ini baru seri satu, babak duanya mungkin lain kali kalau ada kesempatan yeah..


Hal pertama yang mau saya komentari adalah buku ini gambar ilustrasinya oke punya! Walaupun banyak kesalahan ejaan dan penulisan, plus ada beberapa bagian yang tidak konsisten (antara gaya bahasa aku-an dan dia-an) yang cukup membingungkan, selebihnya adalah tulisan sederhana yang gampang dicerna dan direnungkan. Iya, renungkan betapa beruntungnya kita, bisa membaca, berlari, berpikir tanpa banyak kesulitan (*khusus saya, bisa dapat buku ini, hehe.. thanks, pal!). Others might not..


Entah saya berekspektasi terlalu tinggi, kenyataannya buku ini sama sekali (atau kurang sekali?) menyentuh bagian yang paling ingin saya ketahui: bagaimana taktik dan perjuangannya menjadi seorang pianis dengan keempat jarinya (maksudnya secara teknis gitu.. ). Isi buku ini sendiri cukup menarik, tentang gambaran kehidupan Hee sejak sebelum lahir sampai saat sekarang. Namun gambaran yang diketengahkan di sini adalah gambaran hidup Hee sebagai seorang manusia dengan kebutuhan khusus, tentang kesulitan-kesulitannya menghadapi hidup, juga perjalanan umumnya menjadi seorang pianis. Lebih mirip catatan harian seorang anak ‘pada umumnya’ (hayah, judulnya aja diary! Please deh.. ^^;). Hmm, entahlah, susah menjabarkannya.. (*halah..*) jadi sampai sini aja resensinya.

No comments: