Friday, October 02, 2009

Langit, Angin, dan Ilalang

"Semangat tak pernah mengenal waktu dan ngantuk :-)", kata langit yang gelisah menelusur tali makna takdir. Lalu angin menjawab sekembalinya dari kembara: "Hm, mungkin takdir itu perpaduan antara tetapan Allaah dengan usaha/ putusan manusia?"; sang ilalang tercenung. Bergoyang tak kentara menekuri akarnya yang serabut menciut, menonton dialog para kelana.

2 comments:

Langit said...

ehhemmmm.... :)

KeCeBoNg said...

emmm...? yaaa...?