Wednesday, March 05, 2008

Status ye-em

bersemangatlah Let, kebahagiaan itu sedang mengejarmu!
kalau Let belum merasa bahagia, slow down a'bit bebe...

=========================================
nb: anata no yakusaku, oboeteru ka?

Tuesday, March 04, 2008

Naritachi

*** ========= ========= ***

Dua bulan lalu mampir di SUrabaya, sekedar 'ngrepotke' Chant Sensei barang sehari semalam (=P arigatou,ne!). Tadinya saya pengen ngopi buku-buku teks book Nihongo yang nampak very useful itu, tapi apa daya.. sehari kayaknya tidak cukup panjang untuk sekedar membasuh lelah selepas perjalanan Bandung-Surabaya, jalan-jalan seputar Wiyung, plus keliling DTC cuma untuk nemplok di stand es krim dan ngubek-ubek Toga Mas (*liat-liat buku mode jilbab cekek, fyuuh..)

Nah, oleh-oleh yang aku bawa adalah "prolog" tentang naritachi, alias how the kanji character developed. Yeah, pusing banget kalo liat kamus kanji (*secara 'cuma' corat-coret aneh tanpa arti) tapi begitu tau naritachinya, umm, mulai deh kebayang.. Oo gitu tho maksudnya! Saya memang blom ekspert, secara baru baca satu e-book doang, itu pun blom selesai, hikz. Tapi berikut ini beberapa huruf yang cukup berkesan.

kanji male (OTOKO) dibentuk dari huruf kekuatan (CHIKARA) dan ladang padi (TA). Artinya, dalam konsep mereka, seseorang baru diakui sebagai true man kalau dia sudah memakai kekuatannya untuk mengerjakan ladang, alias bekerja. Ehm, ic ic. Kalau kita tilik secara induktif, bisa juga kita artikan seorang lelaki setiap menghadapi kesulitan, jika melihat dirinya sendiri seharusnya akan menemukan kekuatan untuk terus bekerja (*bekerja di sini bukan hanya kerja sebagai sebuah profesi, tapi kerja-kerja kehidupan, kerja da'wah, dkk) karena dia diciptakan embedded with power.

Kanji desa (MURA) dibentuk dari kanji pohon (KI) dan hukum (SUN). Jadi desa adalah hutan yang diberi hukum, atau organisasi yang membawa masyarakat keluar dari hukum rimba. Hmm, logis..

Kanji teman (TOMO) adalah bentuk simplifikasi dari dua tangan saling bersalaman (*mengapit). yah, begitulah. Kapan-kapan disambung lagi.


recommended e-book: Read Japanese Today, Remembering the Kanji, Japanese Phrases Book

Bara no Nai Hanaya part II: Pelajaran tentang Cermin

4:11 AM 3/4/2008

Jika saat ini yang kita lihat sinema Indonesia masih asyik mencungkil sisa-sisa mimpi 'menjadi' megah atau mencecap remah-remah Cinderella complex, dorama Jepang pun nyatanya tengah mencari melting point untuk masyarakatnya sendiri. Ya, film dan musik adalah produk budaya yang merepresentasikan masyarakat produsen budaya itu sendiri, yang pada satu titik tertentu justru menawarkan antitesis bagi budaya yang tengah mapan. Produk seni mempengaruhi manusia, manusia mensintesa seni. Dua hubungan yang selalu berkaitan.


Persis seperti yang dibilang Anis Matta dalam Membentuk Karakter cara Islam,bahwa dunia kini telah memisahkan individu dari masyarakatnya. Individu tak lagi melihat masyarakat sebagai tempatnya melebur, karenanya tidak lagi merasa hidup untuk masyarakatnya. Ia hidup untuk dirinya sendiri. Kehilangan nurani sosial, dan menemukan dorongan fatalisme sebagai gantinya. Berhenti mempercayai orang lain. Alih-alih persahabatan, manusia kian nyaman dengan keterasingan. Inilah yang dirasakan manusia-manusia di dunia industri dewasa ini. Kehilangan makna kemanusiaannya sebagai makhluk sosial. Inilah yang diderita mayoritas komunitas di Nippon sana. Maka muncullah melting pot para perindu kehidupan baru yang bersandar pada nilai-nilai kepercayaan hubungan antar manusia: dorama (GTO, DS, GS, HYD, BntB, HznKe, dll), manga (Naruto, HxH, RK, FB, dll), mungkin juga bentuk-bentuk lain yang saat ini masih dalam proses kreasi. Pencerahan ini disusul dengan penguatan nilai sebuah ikatan keluarga (DYmMwA, HYtP, BnNH, HnH, dll). Nilai-nilai yang kian langka di negeri itu.


KAGAMI

People are like mirrors. When someone treats us nicely, it makes us feel like doing the same in return. Kindness will reflect kindness. When someone treats us coldly, or bad mouths us, you'll be like "I want to do the same thing back!". It's make you feel terrible. Like the reflection in a mirror. Itulah yang dikatakan Ibu Shuzuku. Dan itu pula yang dilakukan Papa Shuzuku. Sebuah langkah kecil sesederhana mengirimkan e-mail ucapan terima kasih akan membuahkan relasi yang baik di kemudian hari, katanya.

Jadi, jika suatu waktu tiba-tiba kita menerima suatu 'efek buruk' yang ditimpakan oleh orang lain, mari kita berintrospeksi: jangan-jangan kita duluan yang memulai merefleksikan ketidakbaikan kepada orang tersebut. Entah dalam niat yang tersembunyi di hati, lintasan pikiran, ataupun lisan yang tidak terjaga. Lihatlah teman-teman kita, jika mereka adalah orang-orang yang baik, berharaplah kita juga mendapat limpahan berkah kebaikannya. Jika mereka belum bisa dikategorikan orang-orang shalih, lihatlah diri kita. Pastilah kita belum menjadi orang yang shalih dan menshalihkan! Benar, bukahkah harus ada yang memulai menyalakan lilin sebelum cahaya lilin itu dipantulkan para cermin? Mengapa bukan kita yang memulai. Karena satu kebaikan akan membawa kita pada kebaikan yang lebih besar, kata orang-orang 'alim. (***mentrigger diri sendiri***)

Affair SGA: The Fragile Jakarta

Itulah yang dikatakan Seno dalam catatan pembuka kumpulan tulisan kolom ini. Rupa-rupa luka Jakarta dikuak Seno dengan gaya bahasanya yang meletup, sinis tapi kontemplatif. Jakarta yang selama ini digeluti para penghuninya saban hari, tapi tetap asing tanpa ada usaha mengakrabi. Jakarta yang Jakarta.

Terus terang saya memang belum menyelesaikan bacaan ini, tapi saya sudah jatuh cinta sejak membaca sub-judulnya yang ke dua: Manusia Jakarta, Manusia Mobil. Salah satu buku yang ingin saya hadiahkan entah pada siapa, satu hari nanti. (*menyusul Tetralogi Laskar Pelangi dan The Blue No Where).

Seno memanipulasi kata menjadi jarum yang mengusik pikiran pembacanya, sambil tak lupa memberi ilustrasi sederhana yang secara efektif menyindir tanpa kehilangan kesadaran bahwa dirinya adalah bagian dari kota yang sedang dia usik. Jika Umar Kayam mencoba mensketsakan masyarakat Jawa dengan bahasa yang nglangut, asyik bermain-main dengan perlambang dan proverb, Seno lebih suka bereksperimen dengan sayatan-sayatan terbuka. Umm, sama-sama enak dinikmati. Sama-sama mencerminkan budaya masyarakat di mana tulisan itu dihasilkan.

Saturday, March 01, 2008

Sami: Munajat (Arabic)

Yang menemaniku begadang sekali-kali..
mencoba mengusik kedangkalan hati yang penuh ma'shiyat...


Wahdi fi dhulmati layli (Alone, in the darkness of my night)
Fi wahshati darbi (In the loneliness of my path)
Hammi yuthqiluni (My worries weigh me down)
Dhanbi yu’limuni (My sins pain me)


Wahdi, ad’uka wa arju (Alone, I supplicate to You and I hope)
Min dhanbi ashku (From my sins I complain)
Mali siwak (I have no one but You)
Ana fi himak (I am at Your door)


Farham ‘abdan najak (So forgive a servant who intimately calls You)
Ya Allah, ya Allah (O Allah, O Allah)
Anta alraja (You are all hope)
Minka alhuda (From You is guidance)
Ya Allah, ya Allah (O Allah, O Allah)


Rabbahu hudak (O Allah give me your guidance)
Ma ziltu asir (For I am still imprisoned)
Wa’alal ‘isyan (Of disobedience)
Ma ‘udtu qadir (I am no longer capable)
Fa’anir durubi (So illuminate my paths )
Waghfir dhunubi (and forgive my sins)
Fa’anal faqir (For I am poor and in need of You)


Qad ‘adal qalbu (My heart has returned)
Fiddarbi yasir (to walk on the path)
Farihan mushtaqan (Full of joy and longing)
Lillahi yatir (flying to God)
Wa rajahu ridhaka (And its only hope is gaining your pleasure)
Yawma liqaka (On the day of meeting You)
Antal qadir (You are the Omnipotent)

courtesy: www.samiyusuf.com

Jika Kesulitan itu Tak Jua Hilang...

Al-Qur'an Surat Al Lail:

4. sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
6. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),
7. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
8. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup
9. serta mendustakan pahala terbaik,
10. maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
11. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

jika aku mulai merasa hidup ini menjadi begitu sempit,
cobalah aku tengok ayat ini
mungkin aku telah lupa pada adik-adikku yang berpanasan di perempatan sana
mungkin aku pura-pura hilaf, atas bagian rezeki Pak Tuo yang melintas pagi tadi
mungkin juga tidak peduli kesulitan kawan sendiri

jika kesulitan itu tak jua hilang,
mungkin aku memang banyak menyulitkan orang

tapi setidaknya, akan ku buat sedikit kebaikan
semoga lapang hatimu memaafkan khilafku
dan semoga Tuhanku mengampuniku karena maafmu

dan kumulai sedekah kecil itu sekarang
ini =)
senyum kecil untuk dunia..

Percakapan Malam

XX: cerah sekali wajahmu hari ini
adakah sesuatu yang baik telah terjadi?
yy: ya.. bukankah kapan hari aku sudah berjanji padamu,
akan menunjukkan muka paling penuh semangat..
xx: =) umm.. kayaknya kamu lagi jatuh cinta ya?
yy: tentu saja..
aku jatuh cinta pada banyak hal..
pada banyak orang..
banyak kejadian... =))
xx: o iya?
yy: hu-uh
xx: o iya?
yy: IYA!
xx: mungkinkah?
yy: kalau kamu tak ingin mendengar jawabanku,
mengapa menanyakannya dari semula?
xx: =D karena yang ingin aku dengar
adalah
kau mengatakan jatuh cinta pada ku
yy: mungkin, salah satunya...
xx: bukankah cinta adalah satu-satunya yang mengisi hati?
tak ada salah satunya.. hanya ada SATU-SATUnya!
yy: umm, aku tak yakin..
xx: kau tak yakin?
bahkan setelah mengatakannya?
yy: bukankah kau sendiri yang membuatnya jadi begini?
xx: begini bagaimana?
yy: begini ya begini..
mana ada begini yang begitu!
xx: ah, kamu memang suka beralasan...
yy: tapi aku benar-benar tak pernah meminta
kamu sendiri yang membuat semua jadi begini
xx: aku yang membimbing langkahmu menuju cinta, memang
pada banyak hal
mungkin pada banyak orang
juga banyak kejadian..
MENUJU.. ingat? bukan JATUH!
yy: kalau begitu mengapa kau tidak mengatakannya?
setidaknya kau bisa bilang:
jatuh cintalah padaku,
tidak pada yang lainnya!
xx: kalau begitu apa gunanya?
aku hanya menerima cinta sejati
tepat seperti yang pernah aku deskripsikan padamu
lewat surat yang dulu kutitipkan pada utusanku
tidak lebih, tidak kurang
yy: jadi menurutmu aku harus bagaimana?
xx: =) jadi menurutmu kamu harus bagaimana?



[[ aku berharap ENGKAU melongok di jendela kamarku,
dan mentersenyumi makhluk kecil yang terjela menatang benang merah yang KAU urai,
memang SURAT CINTA itu sudah lewat empat belas abad,
tapi itulah atlas paling kasat yang KAU kirim.
Bahkan perharapan sederhana ini pun tak bisa nyata,
karena kamarku tak punya jendela =) ]]


:::: 82. Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman

dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
Q.S. Al Israa´ ayat 82::::

anywhere but here

aku hanya ingin tidak di sini
ada kesunyian yang janggal menggigit-gigit
serupa halimun di ngarai setelah hujan rinai
kenangan tua membanjir,
menelikung jantung, menyeduh nyeri
apakah sepimu juga seperti ini?

sms judi

Makin hari, saya amati makin semarak saja model-model iklan penyedia layanan via sms di tivi kita. Mulai soal ramalan, pesan pribadi artis, sampai judi berkedok kuis dengan pertanyaan tak bermutu. Apa bedanya dengan judi togel ya? Saya jadi bingung sendiri. Apakah karena menggunakan teknologi (*sehingga tak ada lagi bukti kertas catatan transaksi judi) maka tidak bisa dibuktikan sebagai praktik perjudian? Mana dapat ijin dari DepSos lagi.. (* sama dengan SDSB dong?). Sudahlah. Apa kita pura-pura tak melihat saja?


Saya memang belum pernah menghitung berapa keuntungan rata-rata yang diperoleh para pengusung jasa layanan semacam itu. Tidak pernah ada laporan resmi (*setidaknya saya belum pernah melihat) juga tak pernah tahu siapa saja pemenang program tersebut. Apa benar 100 orang pengirim pertama mendapatkan hadiah bla bla bla? Entah ada yang mengaudit entah tidak. Logikanya, kalau mereka berani memasang iklan tersebut di televisi (*saat prime time lagi, dengan shot yang cukup panjang, bahkan terkadang dengan siaran langsung) bisa dibayangkan biaya yang dikeluarkan. Pastinya income yang mereka dapatkan lebih dari itu. Tapi saya bertanya-tanya, siapa sih orang bego yang mau mengorbankan pulsanya dua-tiga ribu sekali kirim untuk sesuatu yang tidak pasti? ternyata banyak. Buktinya, program-program semacam itu masih berlangsung sampai sekarang. Secara kebanyakan orang Indonesia suka segala sesuatu yang berlabel murah berhadiah (*sayah masih orangh Indone~siah)... Makanya, tak jarang beberapa teman saya tergiur mengirim SMS berantai yang jelas-jelas HOAX demi iming-iming pulsa gratis.

calon

8:48 AM 3/2/2008


setiap kita pastilah calon sesuatu
setidaknya kita adalah calon mayit