Thursday, January 01, 2009

Kepada Engkau yang Mengingatkanku akan Surga

Adalah engkau embun,
Tapi kunamai engkau gerimis..
Rinai penaka tali surga,
Yang me-mi’raj-kan ruh kala waktu menyenda
: Ini adalah rendesvous para perindu
Di titik nadir paling insani seorang hamba

Tapi engkau dan aku mengerti
Bukanlah surga
Tanah di mana imaji bisa menapak
Bukanlah surga
Udara di mana khayali mampu menghidupi diri

Surga bagi engkau dan aku saat ini
Adalah remah-remah paling sahaja
Dari recik-recik langkah
Yang merangkak mengejar almanak yang berlari
Kencang seperti kuda perang sahara

Tlogosari, 1 Januari 2009

4 comments:

errick said...

tlogosari? ga jauh dari ndeso sy itu y?

KeCeBoNg said...

lho emang desanya errick mana kah?

Fauzan Noor said...

wah mahmudatul istiqamah ini, memang paling jago merangkai kata.two thumbs up. sist...
lanjutkan! hehe...jadi inget slogannya sby

Katakecil said...

wah, Nu.. Dirimu itu suka membesarkan hati orang hehehehe.. :D aku jadi kangen nulis puisi lagi ni.. Udah lama banget ga muisi-muisi-melo =D

BTW aku tuh dah baca blog Nu dan kagum banget dengan gaya menulis Nu, mengalir banget :) Sayang kalo cuma nulis di blog.. Nulis ke media dong Nu..