Sunday, March 11, 2007

Medik yang Terlewatkan..

4:00 AM 3/12/2007


wheeew,
ternyata selama ini aku sering melewatkan satu hal penting dalam hidup ini:
take a deeeeep breath! and see.. how beautiful He created our body!
Jika yang dapat kita lihat di raga kita saja sudah sedemikian kompleks dan perfect,
apatah lagi yang tidak dapat kita lihat!

Bagaimana Sang Penjaga Kehidupan membuat jantung kita tetap berderak,
saat kita lelap,bahkan tak sadar bahwa kita perlu membuat sel-sel kita terus menduplikasi diri, pun sistem disposal dalam tubuh kita terus beredar..

Siapa yang setiap saat membuat larutan buffer darah kita selalu stabil..

Jika berpikir teknologi saat ini telah menata ulang begitu banyak peralatan super canggih, yang siap menggantikan manusia..
itu salah besar!
Sampai kapan pun tak kan pernah ada yang bisa mengungguli ciptaan ultra-super-duper perfect: manusia!
Dari segi hardware maupun software!
Satu sendi saja sudah cukup untuk membungkam keangkuhan manusia..
Terlalu rumit bahkan hanya untuk meng-copy satu potong joint tulang belulang ini!



blep bleep..
Napa ya kok tiba-tiba nulis yang kayak gene?
Hehe.. abis baca buku entah apa lupa judulnya yang intinya: "pokoknya kreatif" aku jadi (*kembali) tersadarkan,baru sekian persen kapasitas otak manusia yang sudah dipake.. dan harga 'sekian' itu sendiri cenderung terus menurun, seiring dengan perkembangan metode dan teknologi untuk melakukan analisis terhadap otak dan syaraf manusia.
Tampaknya aku dan kamu terlalu banyak memubadzirkan isi batok kepala..
It can't be helped, though..

Yepp..
Beberapa waktu yang lalu ada seminar tentang Instrumentasi dan Kontrol (* core major yang saat ini sedang aku cicipi..)
Ternyata selama ini aku sering melewatkan salah satu bidang I&C (*Instrumentation and Control) ini. Tahu kan kalau I&C ini secara garis besar terbagi menjadi tiga aplikasi: bidang manufaktur, bidang industri minyak dan gas, dan bidang MEDIK..
Sejujurnya, selama ini aku kurang ngeh kalo aplikasi I&C tu juga mencakup bidang medik, bidang yang cukup unik karena jika plant yang ini sekali shutdown, nggak akan pernah bisa di-restart lagi.. Apalagi mau melakukan undo.. duuh, impossibile!
Yang udah aku kenal dari tingkat dasar sih I&C yang digunakan untuk pabrik, building, dan bolo-bolonya. Lain kata, berhubungan dengan yang mati-mati, yang kaku-kaku. (*mungkin lain ya kalo orang yang sudah mengerti seni I&C dan dinamika benda-benda ini..)
Kata kuncinya cuman satu ras: produksi, efisiensi,.. dan semua aliansinya..
Dengan kata yang berbeda, nih bidang beneran hanya bermuara pada satu ujung: ringgit!

lain lagi dengan I&C Medik.
Setidaknya (*hohoho.. apa maksudnya?) nih bidang masih mengabdi untuk kesejahteraan seluruh umat manusia. Walopun pada kenyataannya, tribulasi arogansi kekuasaan modal tak bisa dihindari juga..

Menyedihkan kalo aplikasi dan perkembangan bidang ini dilihat di Indonesia.
Sebagai gambaran, di prodi saya awalnya beberapa puluh tahun lalu hanya ada satu dosen (*sekaligus satu-satunya wanita)yang mendalami bidang ini. Tak heran beliau begitu menjadi rujukan. Syukurlah, beberapa tahun belakangan sudah berkembang menjadi tiga orang. Sebenernya di prodi elektro juga ada sub jur ini. (* btw, istilah prodi udah ga valid lagi sebenernya..). Moga-moga aja kedepannya nggak hanya jumlah, tapi kualitas juga berduplikasi..

LASIK (bedah mata pake laser), remote diagnostik, medical imaging, CT-scan, MRI de el el adalah contoh aplikasi yang sudah beredar di masyarakat dunia, walaupun belum begitu familiar di Indonesia (*biasa, alasan yang itu-itu juga)

Jadi ingat, beberapa bulan lalu, teman sekamarku harus menjalani phisiotherapy (*bener ga nulisnya?) gara-gara jatuh dari tempat tidur (*nggak kok, bukan aku yang menjatuhkannya.. aku kan nggak sengaja.. ya kan mBak? T___T) Hehe, bukan kejadian itu yang mau aku critain. Tapi tentang alat-alat yang ada di sana. Yang bisa dilihat pake mata normal seeh (*hedeew.. emang harus pake apa?) alat-alatnya sepintas lalu kelihatan so BIG and OLD..(tahu lah ya, dengan standar perkembangan produk teknologi yang begitu gencar, flashdisk yang dulu maks 128 MB dalam dua tahun sudah kuno ditinggalkan adiknya, MP4 1 GB dengan harga yang sama!)
Tambahan lagi, manual etiket yang nempel di alat itu ditulis dengan hurup-hurup berkeriut: Jerman,Rusia entah apa, paling mentok Inggris!
Alamak, dari sini aja kesanku udah buram..

Yang dipake waktu itu sih semacam alat buat manggang punggung (*kebetulan yang waktu itu cedera punggung) berbasis lampu infrared. Nggak terlalu aneh sebetulnya. Kupikir ni alat efisiensinya berapa ya, kok lama betul.. Mungkin ada perhitungannya kali ya,
berapa dosis dan waktu penyinaran. Cuman rasa-rasanya bosen juga (*ngliatin orang) duduk di bawah radiasi lampu ini lama-lama.

Boleh dikata, alat-alat itu sangat feasibel untuk dibuat anak negeri sendiri.
Kurang apa seeh dua ribuan sarjana teknik *) yang dilepas dari universitas tiap tahun..?
Pasti bisa!!
tapi kok ya malah import?
Kenapa ya? Kenapa?
Hmm, tak sesederhana itu sodara-sodara.
Selain faktor teknologi yang sudah saya ungkapan di atas, (*yang mana coba?)
ada lagi faktor lain yang lebih krusial: manusia Indonesia itu sendiri,
yang kalo kata Pak Budiono, dosen Epro yang pimred Gatra itu, orang Indonesia itu manutnya sama bule.
Kalo sama orang awak, cenderung brekele.. (*neon.. geura?)
Yup, blom ada kePeDean nasional: We can fulfill it!


Bingung deh mau cerita apa lagi. Habis aku bolos mulu Fisika Medik, kuliah yang paling aku senangi semester ini.
(*gimana kuliah yang laeen? Watchaaa...)

Ternyata teknologi itu adalah pisau bermata dua,
Dengannya kamu bisa sekedar berusaha memperpanjang nafas manusia.
Dengannya juga kamu bisa menenggelamkan jutaan nyawa..

Ternyata teknologi itu adalah tongkat,
sedang imanmu-lah kompasnya..

Ternyata teknologi itu tiket surga,
tapi juga pintu ke neraka..


Ternyata, nggak usah pusing mikirin hal ini
cukup lakukan yang terbaik di mana pun kamu berada!
Moga-moga, Alloh memberi kita kesempatan
untuk bergumam pada diri sendiri:
akulah sang engineer..
akulah sang muhandis..
akulah arsitek peradaban!


jadi, teman-temanku yang bergelut dengan medik,(*di mana pun, apa pun, kapan pun..)
keep going to the furthest dreams.. against all those obstacles..



*) data hasil karangan belaka
[betewe lagi, ni tulisan nggak terstruktur buanged.. bisa stress mantan dosen TTKI-ku kalo sempet baca.. weleh weleh..
nope lah yaw.. yang penting kamu ngerti kan apa intinya?
Alhamdulillah,
dan yang jelas makasih banged buat dokter, perawat, therapist, dan semua orang yang telah membantu kesembuhan teman saya.. ]

No comments: