Monday, January 31, 2005

:)

Saturday, January 29, 2005

phuuuuuuuuffffff.....


GLAD TO SEE U ..... S M I L E
aduh ...








blank aja dah ....
Sajak Seorang Tua untuk Istrinya


Aku tulis sajak ini
Untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
Kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
Yang hampir rampung
Dan dengan lega akan kita lunaskan

Kita tidaklah sendiri dan terasing dengan nasib kita
Karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan
Suka duka kita bukanlah istimewa
Karena setiap orang mengalaminya

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
Bekerja membalik tanah
Memasuki rahasia langit dan samodera
Serta menciptakan dan mengukir dunia.

----------------------------------------------------------------------
(WS. Rendra)

Hari ini tak ada kata-kata
Selamat berjuang, beralih dari medan kata-kata
Menuju medan gerak nyata!

Tak Lagi Bisa Menulis



Ada Banyak banget hal di dunia ini. Banyak banget. Sampai-sampai, kalo kita mau, walau diceritain ke semua orang pun nggak akan pernah habis. Coba itung, sejak kita buka mata, ampe buka mata lagi hari berikutnya, dah berapa juta-juta kejadian tuh. Hehe, itu juag kalo kita sempat ngitung dan nginget. Hm, intinya.. buanyak lah hal yang bisa kita bagi buat orang lain. Apalagi dalam bentuk tulisan. Tulisan yang bisa dibumbui, ditarik-tarik, dikunyah, dan dicecap!

Tapi...

Sebuah kehilangan besar membuatku nggak lagi bisa menulis. Hm, atau jangan-jangan.. jangan-jangan yang aku ketik di atas keyboard selama ini hanya huruf-huruf mati yang kosong? Atau jangan-jangan.. aku memang tak pernah menulis?!?!
--- hiks.. blog ku isinya jadi 'copy paste' tulisan orang ginih ..... ---

Januari 29, Puntang

lautan hijau ,
hijau ranau...

kabut menyeput,
sekawanan ..
ah..
aku tak terbayang
malam mendatang!

Mencintai itu Keputusan

Mencintai itu Keputusan
Oleh : Anis Matta

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata, “ kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui di sini.” Itulah kalimat pertama Utsman Bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.
Sebab cinta adalah kata lain dari memberi... sebab memberi adalah pekerjaan... sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat, dan melindungi itu berat... sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama.. sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh... maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat mengatakan, “Aku mencintaimu.” Kepada siapa pun!
Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian di situ. “Aku mencintaimu,” adalah ungkapan lain dari, “Aku ingin memberimu sesuatu.” Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari ,”Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia... aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin... aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang akan aku kulakukan padamu... aku juga akan melindungimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu...” Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang , “Aku mencintaimu,” kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa, bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat , dan melindungi.
Sekali deklarasi cinta tak terbukti, kepercayaan hilang lenyap. Tak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalamsatu situasi : cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, keluarga berantakan, persahabatan berakhir, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyat.
Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi di situlah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit. Di situ konsistensi diuji. Di situ juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar.
Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya merasakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada lagi tempat untuk yang lain. Bahkan setelah sang pencinta mati. Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk menolak semua pelamarnya. Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu.

-- Menyadap secawan asa dari Pohon Tarbawi, Februari pekan perdana --
Selamat kepada Anda semua yang telah memutuskan untuk ‘MENCINTAI’, tidak sekedar mencintai... hingga yang ada hanyalah : “Aku akan memperhatikan diriMU dan semua situasiMU untuk mengetahui apa yang KAMU butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia... aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi diriMU agar bisa tumbuh semaksimal mungkin... aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan diriMU melalui kebajikan harian yang akan aku kulakukan padaMU... aku juga akan melindungiMU dari segala sesuatu yang dapat merusak diriMU dan proses pertumbuhan itu...”
Dan ternyata... MU di sini adalah MU yang sungguh tak butuh apa-apa dari kita. Kitalah yang membutuhkanNYA. Selamat! Selamat buat Anda semua yang memutuskan untuk MENCINTAI-NYA, kekasih sejati kita!

Thursday, January 27, 2005

- sedih ---

Sedih
bila kuingat tentang dirimu
membentang jarak di antara kita
hilang semua ..
hilang canda tawamu
((hehe.. nggak apal oui.. maap yah eDcoustic..))
<>

mungkin karna egoku
mungkin karna egomu ...
maaf aku buat begini
maaf aku begini
pertengkaran kecil kemaren
cukup jadi lembaran hikmah

dst.. dst ...

kacau deh ..

eDCOUSTIC



adouuu....
hehe.. meni lieur ..
yang lagi digosipin ;)



Monday, January 24, 2005

Kalo Hujan-Hujan Gini...

kalo hujan-hujan gini kadang ngerasa susah..
basah semua, dingin pula ? enakan tidur di rumah
mana cucian ga da yang kering …
wah, manusia memang refot all the time.. ga pandai bersyukur
kemaren2 panas bgt dan berdebu…
ngeluh
sekarang dikasih sejuk hujan-hujan .. ngeluh lagi..

aku jadi inget suasana rumah kalo cuaca sedang sendu gini
huiks, teringat kenangan masa kecil ..
inget almarhum kakek …
ga tau yah kl hujan pagi-pagi atau sore-sore kl aku lagi sendirian,
pasti inget kakek, (aku biasa manggil beliau mbah Kung)
subhanallah, sampai detik ini orang yang paling sabar yang pernah aku temui ya beliau itu , sekaligus orang yang paling dekat dengan aku
dulu, beliau suka bikinin nasi goreng tiap pagi buat sarapan
ehm,
dingin2 makan nasi goreng panas .. wah.. sedaap..
juga suka bikin sambal terasi.. t o p pokoknya ..

kalo mbakku lagi sekolah , jadi ‘tugasku’ hanya nonton anak-anak SD yang mo berangkat sekolah , atau anak-anak yang main pas istirahat
soalnya rumahku deket sama sekolah SD , jadi selalu dilewati anak2 kampung lain yang pulang pergi sekolah
wah.. kl jam pergantian kelas rameee banget
ada yang pulang. Papasan sama yang baru mau masuk
untung ga da tawuran, hehe.. iya lah anak SD gtu loo..

nah , kalo hujan-hujan gini,
suasananya gimana yah.. sendu , dramatis.. pokoknya .. ehm, susah dijelaskan dengan kata-kata..
waktu itu, kalo hujan, anak-anak pada nyopot sepatu mereka,
pulang bertelanjang kaki, padahal jalannya jauuh lo…
trus tas dan buku2nya dimasukin kantong plastik ..
biasanya, depan / teras rumah mbah dipake tempat berteduh sama mereka..
banyak deh, pokoknya
aku hanya nonton dari jendela kamarnya mbah ..
gimana semangat mereka (pagi2 dingin dah mandi, pake seragam, pake payung hujan-hujan.. ada yang dikawal ibu/bapak/kakaknya)
tapi, di mata kecilku , semua itu menggoreskan sesuatu yang beda
ga tau yah, sampai sekarang , kalo suasananya mendung gituh,
aku suka terbawa ke masa itu..
masa-masa lucu , nggak da kerjaan
ndak ada beban.. pokoknya waktu mengalir begitu lambannn…
?

trus, daerah sekitar sekolah itu ? yang kemudian hari jadi sekolah pertamaku juga
banyak banget yang jualan jajanan atau mainan ,
aku dulu suka ngider keliling sana.. maklum , ga da kerjaan dan nggak ada teman
yang seusia sama aku hanya ada 1-2 orang, pada sekolah TK, aku ndak pake sekolah tk
lainnya beberapa tahun di atasku, dah pada sekolah SD semua
tinggallah aku sendiri yang kurang kerjaan,
luntang lantung , main sendirian, atau ke SD, ..
hihi.. kalo aku inget sekarang, malu sendiri deh,
abis suka bgt dulu main di SD, padahal belum…

ah, hujan.. hujan..
kenapa engkau mengirimkan begitu banyak kenangan padaku..
ehm, saking banyaknya, bisa-bisa kalo aku tulis semua jadi 10 halaman lagi neeh.. hehe..

yup, gitu deh

kl hujan sore2 dan deras bangeeet.. aku kadang sampai ketakutan
tapi, suka juga denger suaranya.. bisa teriak kenceng-kenceng..
biasanya aku kecil meringkuk di pojok kasur, pake selimut bertumpuk-tumpuk.. masih ditimbuni bantal pula..
sambil main boneka
trus.. ketiduran deh.. bangun-bangun malem, isya’ karena lapar..

kalo hujannya parah bgt, sampai mau banjir rasanya.. soalnya rumah keluargaku ini letaknya relatif lebih rendah dibanding daerah lainnya, jadi semua luberan air hujan larinya ke situ semua
ada bebek-bebek milik Wak Siti juga…
kayaknya mereka yang paling seneng kalo hujan gitu

ehm, biasanya Ibu / Emak bikin kolak, atau jagung manis rebus, jagung bakar, atau goreng2an, atau singkong ..
pokoknya enak bgt dimakan rame-rame
apalagi kalo musimnya barengan panen padi, suka ada tetangga yang bantu2 njemur dan mbersihin gabah
kalo ngumpul hujan2 gitu, rame.. akrab
padahal sih, sederhana aja.. tapi gimana ya..
beda bgt dengan suasana sekarang
orang-orang jarang yang main ke tetangga, jarang yang kenal , pokoknya lain aja dengan sekarang
orang sekarang lebih individualis
lebih suka nonton tv di kamar sendiri dari pada nongkrong di rumah tetangga,

kalo gerimis sore-sore,
aku inget temen SMA ku, sampai sekarang pun masih sahabatan
sayang jarak dan waktu jadi bikin kami jauhan ,
dulu pas blom bisa e-mail2an, dia itu tempat cerita2 aku
pokoknya sahabat dekeet deh, sampai punya dua buku khusus buat diary or ngobrol, apalagi pas dia ga lagi sekelas sama aku
padahal kami beda banget loh..
banyak yang bilang .. “ kok bisa seeh ??”
aku yang pendiem, cool (hehe.. sok!!)
dan Ivon yang tomboy, rame, gaul,..
gitulah.. (aku dulu satu SMP sama dia, tapi nggak saling kenal, Cuma saling asal tau aja … aku juga sempat sebel banget sama dia.. ga tau gimana ceritanya, tau tau aku dah sobatan kental ma dia.. pokoknya dulunya nyebelin bgt dia itu.. dia juga nganggep aku sangat menyebalkan.. aneh yah.. partemuan dan perpisahan emang nggak bisa diduga, )

kami suka banget jalan ke Batu abis sekolah
padahal seringnya Cuma jalan-jalan doang
kalo gerimis sore-sore,
ehm, bau tanah yang baru kena hujan.. aneh tapi segar..
juga orang-orang yang tergesa.. sementara kami sendiri malah jalan nyantai menikmati suasana
alun-alun yang lengang..
roti bakar Asa yang ehm, sedappp..
aduh aku kok jadi lapar …

aku ingin agar suatu saat .. bisa berhadap-hadapan denganNya (bertemu dengan Kekasih Agung kita), yang pada saat itu Dia Ridho padaku dan aku pun ridho padaNya..

ehm, sangat 'aku center' banget yah.. egois, ndak mikirin orang lain =)