Thursday, September 04, 2008

Calo Meet Sharia

Pas pulang kemarin saia terpaksa berurusan dengan calo tiket kereta api kelas tiga alias ekonomi, dengan pertimbangan:
  • anggap saja sebagai upah 'jagain' tempat duduk.. lagian kalo diitung-itung, untuk memastikan kita bakal dapat kursi, kita musti ambil/ beli tiket langsung dari pagi, yang artinya pemborosan waktu dan energi.. juga ongkos transport yang lebih besar jumlahnya daripada jumlah selisih uang yang kita bayarkan pada mas-mas calo! Apalagi BBM kan udah mahal, bok!
  • hm, jadi membuka satu lapangan kerja baru?
  • yeuh, dari pada berdiri setidaknya dari Bandung-Solo.. bisa gila kakiku! (*eh, sejak kapan kaki punya otak? deuh..*)
  • kalo nunggu kereta yang lain, saya harus bolak-balik ke rumah dulu (*nggak mungkin ngemper di stasiun sendirian dari jam 19.00-06.00.. *) which means pemborosan dan .. masak iya saya harus pamitan ke orang rumah dua kali sehari? please degh..

Sebenernya tidak enak juga make jasa calo ini.
Hm, secara syariat, praktik percaloan tidak dapat dibenarkan karena menghalangi kesempatan orang yang tidak mampu membayar selisih harga tersebut untuk mendapatkan tiket duduk, padahal bisa jadi mereka lebih membutuhkannya. Syariat melindungi hak-hak setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pelayanan publik. Hm, setidaknya ini menurut saya. Adalah kewajiban pemerintah untuk meniadakan praktik-praktik semacam ini, termasuk mengenai pungutan liar dan fenomena bayar di atas kereta yang akhirnya masuk ke kantong pegawai, bukannya ke PT. KA

How do you think?

Tapi karena sudah terjadi, yo wis.. pripun malih..

6 comments:

rita said...

iis, bukankah tiket kereta api bisa dipesan jauh-jauh hari sebelumnya?
untuk tiket eksekutif dan bisnis bisa dipesan 30 hari sebelumnya, sedangkan kalau ekonomi bisa dipesan 7 hari sebelumnya.
aku kemarin habis dari Tasik (naik kereta ekonomi Pasundan jurusan Surabaya), pesen seminggu sebelumnya, dan dapat nomor tempat duduk kok.

KeCeBoNg said...

oh gitu ya teh.. soalnya yang saya baca pengumumannya, tiket bisnis dan eksekutif memang bisa dipesan sejak h-30, sedangkan setahu saya tiket ekonomi hanya dijual langsung hari itu juga.. ok, lain kali saya coba.. terima kasih untuk informasinya =)

under_sixfeet said...

"fenomena bayar di atas kereta yang akhirnya masuk ke kantong pegawai, bukannya ke PT. KA" <+ la piye nek seng di dol kuwi jatah pegawai ? oleh po ra yo

KeCeBoNg said...

wah kuwi remang-remang menyenangkan.. :D

ika said...

iya, betul itu kata ukh rita...

KeCeBoNg said...

wah, kayaknya cuman saya nih yang ngga tau :D