Sunday, April 27, 2008

Baju Besi itu Mungkin Aku Inginkan Kini..

Sebuah siang, sebuah jalan besar area RSHS, cerita seorang kawan tak dikenal. Ketika motor itu bergerak lamban, dan gadis polos itu tidak pernah menaruh wasangka. Tiba-tiba tangan penjahat itu begitu saja (maaf) mendarat di dadanya. Ya Rabb! Panik dan tangismu tak sesederhana pedihmu: Mengapa? Mengapa harus aku? Bukankah sudah kututup semua yang selayaknya kututup? Mengapa bukan wanita-wanita terbuka di luar sana? Mengapa.. Mengapa..??

Aku memang tak mengalami yang kau alami, tapi tahukah kau bahwa aku pun mengerti? Mengerti rasa perihmu yang tak kan terobati?
Saudariku, bom bom di luar sana entah siapa yang mencetus. Entah siapa yang memicu. Entah para produsen-film-murahan-nan-mata-duitan, entah para penjaja ah.. usah menyebut yang tak cukup berharga disebut.. Tapi semua bom meledak tanpa memilah siapa-mengapa!

Ah, dunia ini memang tak lagi aman untuk makhluk-makhluk seperti kita. Mungkin banyak yang harus kita lakukan. Hm, pasti banyak. Tapi memakai baju besi tak kan menyelamatkan siapa-siapa. Mungkin menjadi pribadi yang shalih dan menshalihkan hanyalah satu-satunya obat paling esensi. Entahlah.


+++++ jadi liris, menikmati chunky bar SQ hadiah seseorang ++++++

No comments: