Monday, January 28, 2008

Nodame Spesial:

Musik adalah bahasa universal, what 'bout indian music n dangdut?

Seneng banget soalnya Nodame Spesial udah kluar (*dah lama banget nungguin season II-nya muncul). Yah, bagi seorang awam nan buta musik (*apalagi musik klasik) seperti saya, dorama ini selain mengguncangkan isi perut dengan keabsurdan Nodame VS Chiaki, sedikit banyak juga menggugah ketertarikan saya terhadap musik klasik. Salah satu yang disampaikan lewat dorama ini adalah mengenai keuniversalan musik. Tapi apa benar semua musik universal?

Beberapa jenis musik seringkali dianggap tidak 'layak' untuk didengar oleh kuping manusia 'terpelajar'. Hehe, sangat subjektif sebenernya. ini soal selera. Tapi toh tak bisa dipungkiri bahwa musik selalu akan diembel-embeli oleh unsur-unsur di luar musik. (*secara musik adalah produk budaya yang tak lepas dari manusia dan kondisi sosial yang melahirkannya).

Di sisi lain, setelah terinfeksi virus Abhijeet Sawant akibat mencicipi Asian Idol di salah satu stasiun tivi swasta beberapa waktu lalu, tanggapan saya terhadap musik india (*douh, istilah yang tepat apa yakk?) toh tidak terlalu banyak bergeser. Musik india yang saya tahu lebih sering dianggap berkasta rendahan olej orang-orang di sekitar saya. Hal ini terungkap dalam obrolan mereka selama ini, termasuk olokan mereka terhadap penikmat filem dan musik india. Meskipun demikian, boleh dikatakan saya termasuk penggila beberapa tembang india (*yup, bagi saya apapun musiknya selama enak di telinga, that's fine! Musik tidak mengenal kasta.. asal tidak nonton video clip-nya yang bikin eneg, I'll love it..). Tapi, sejak munculnya A.S, saya lihat beberapa teman yang tadinya 'hidrofob' dengan jenis musik dari negeri ini, mulai memperluas toleransi telinganya. Kemasannya kah? Atau penyanyinya-kah? Atau apa, yang membuat beberapa orang ini menyeberang dari penilaiannya semula terhadap musik india?

Trus, beberapa waktu lalu saat Titi Kamal menggoyang jagat perfileman nasional dengan Mendadak Dangdut, musik ini pun sedikit banyak mendapat sorotan khusus. Yang ingin saya tanyakan lagi adalah, apakah musik 'benar-benar' universal? atau jenis musik tertentu saja yang sanggup memenuhi harga tersebut? Ataukah kemasan, dan tetek bengek lainnya yang menentukan keberterimaan musik itu? Mengingat soundtrack Get Married yang notabene lagu dangdut yang ditata ulang Slank (*plus Nirina) toh justru lebih laris di pasaran, dari pada versi aslinya. (*iya getoo? Hehe, ngomong fakta tanpa dasar) =*.*=



2 comments:

ichal said...

tergantung keadaan dan suasana hati kali ya!!

emang beragam juga definisi orang tentang universal!!

hehehe

Anonymous said...

universal maksudnya apa? klo 'bisa diterima semua kalangan', nggak juga... tiap aliran musik punya penggemarnya sendiri2...