Friday, January 15, 2010

Ingin Kukatakan: ...Seperti Alloh Sedang Memelukku!

Setiap hari adalah denting waktu, sampai sebuah gelegar datang membawamu terbang; lalu berakhirlah semua yang selama ini ditakut-takutkan, juga semua yang dibangga-banggakan..

Seperti hari-hari ini, Kawan..
Kita meniti denting itu, berharap gelegar itu cuma geletar saat utusanNYA menyampaikan salam;

"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai.."

Tapi denting itu begitu jarang terdengar, seperti beeper infrasonik yang tenggelam ditindas background noise yang kelewat kejam; sedang gelegar itu terbang mengawang lupa daratan, seperti ketukan bom ultrasonik yang diabaikan. Maka jadilah aku, terseok menanti iluminansi jauh di ujung lorong hari; dengan senang hati berkubang lumpur saat lautan di depan (nampak) terlalu menantang..


Jika detik yang berderik dan gelegar yang tak ingin kita kenang (namun selalu membayang-bayangi) itu begitu licin tuk dipegang dalam ingatan; apatah lagi DIA yang denganNya segala yang tiada menjadi ada.. Dengan bahasa apa harus kuocehkan TanganNya-TanganNya yang ajaib itu..?!? Yang tersisa hanya sebuah kesadaran, seperti yang kujadikan judul paragraf-paragraf hina ini..


-hmm, meracau after M.A.Newton session-