Saturday, January 29, 2011

HnH

TS: You know that I have a special feeling towards you right?

AH: You love me right?

TS: I really love you..

AH: *huhuy*

TS: Even I have that special feeling I cannot say this miso-soup taste good. IT tastes like vomit!

AH: No way..

TS: How do you make this kind of taste? It is one of the world's 7 wonders. It is true.

AH: This is weird. How come? Why?

TS: Why didn't you taste it while you cook? My precious anchovies went through this tragedy. DO you know how they felt?

AH: *Sigh*

TS: You should put 30 thousand YEN in the piggy bank!

AH: I can't make a good miso-soup even when I give my best. The god is playing with me.

TS: This girl is blaming the god for her mistake.

AH: I am being punished for looking down on housewives. I think I can't become a housewife. Work.. I want to keep my job.. I don't know what I can do and what I want to do in the future but I want to test my ability by moving a step higher. I.. I want to keep my job. This is.. my final decision. Sorry that I can't become the "Viva housewife"..

TS: I expected this from the beginning. I am sure all the housewives in Japan expected this.

AH: But why did you give me the "Viva Housewife"..?

TS: Sometimes it is good to stop and give it a try. That was good enough. I could feel the warmth through your hard work.

AH: Bucyou….!

TS: Thank you for the meal. Thank you for the miso-soup that taste like vomit.

AH: *huhuy*

TS: You can be happy later on. Get rid of the miso-soup that taste like vomit first!

Hahaha, penggalan dialog dari dorama ini cukup menggelitik. Sejak season pertamanya, HnH memang telah memesona perhatian saya (*Tch, saya tulis memesona juga, walaupun hati saya tak rela. Mempesona, harusnya mempesona!!! Wahai para penulis aturan EYD, ikutilah saya.. hiks*). Somehow, in one or other way, I can put myself in Hotaru’s shoes. Yep. I am a himono-onna on my own way. Aho-miya of my own. I could really understand how’s Hotaru’s feeling. Hm. Ada suatu masa dalam hidup saya dimana saya menganggap full-housewife is, somehow, not satisfactory. Maybe in extreme way it could be said that I looked down on housewives. But as the time goes by, I face many conditions and stories those prove me that being housewife is definitely not a joke.

Ada masa dimana saya bertanya-tanya dan berburuk sangka pada ibu-ibu yang mengantri membeli masakan jadi di kantin tempat saya biasa membeli makanan. Bukan satu dua orang saja. Tapi banyak. Terus terang ini bukan kebiasaan di daerah asal saya. Apa saja yang mereka lakukan saat suami mereka bekerja, sehingga bahkan untuk memasak saja tak sempat? Saya bisa memaklumi jika yang dibeli adalah untuk sarapan. Maklum, waktunya mepet. Tapi untuk makan siang, makan malam? Kalau beli juga, duh.. Bagaimana ya rasanya punya istri/ ibu yang ada di rumah 24 jam tapi tak pernah merasakan masakan tangannya? Hmm.. wakaranai na.. Apa yang membuat mereka, ibu-ibu rumah tangga itu, begitu sibuk? Masih terlalu dini untuk menikmati sinetron. Juga terlalu siang untuk arisan. Saya tak tau. Saya tak mengerti.. Tapi akhirnya ada beberapa waktu dimana saya sempat terpapar kehidupan rumah tangga (*kekeke.. sebagai saksi mata saja padahal mah*). But finally, sungguh mati, I could feel the tension. The burden. Dan the-the lainnya. Being housewife is definitely not a joke. Saya tak lagi berani menyimpulkan ibu-ibu tadi malas. Entahlah. Bukan karena saya sendiri nantinya (mungkin, semoga saja tidak) seperti itu. Karena saya akan menggunakan alasan ‘belajar’ dan ‘bekerja’ sebagai justifikasi. Hihihi….

4 comments:

rifqie said...

mbak iis, mbak iis udah nikah ya? apa kabarnya? :)

KeCeBoNg said...

gHiiiiiiiiiiin.. apa kabarnya? Tinggak di mana sekarang? ^^ Alhamdulillah saya belum menikah, dan kabar saya baik, masih se'ngoceh' waktu kita tinggal bersama.. halah..

Fauzan Noor said...

Iis, berani-beraninya dirimu sempat meremehkan pekerjaan sebagai "ibu rumah tangga full-time", cape tau!!
Lebih cape dari ibu rumah tangga paro wakto yang sambil kerja cari duit. Tapi ya kalo ibu rumah tangga yang ngga serius sih kayanya emang santai-santai aja tuh.

Katakecil said...

betul betul betul.. yaa maklum saja Nu, aku kan belum pernah nyicipi jadi dua-duanya ;p