Saturday, May 23, 2009

Percakapan Malam Bumi dan Langit


Bumi:

…rindu pada bagian dari diri sendiri yang entah siapa dan entah ada di mana…

Hmm…

Gamang

Entahlah

Mungkin hanya selintas angin sepoi yang sedang menggelitik jiwaku

Halah..

Seperti samar lalegon ngungut yang membuatmu rindu pada solitude

Langit:

…dan perasaan-perasaan yang menggelitik,

yang kadang belum dapat terdefinisikan itu

akan melengkapi ‘keutuhan’mu menjadi manusia…

:-)

Seperti mungkin sabda langit;

Angin adalah rahmat

Yang kan bawakan mu hujan

Tapi badai adalah wajahnya yang lain

Tak perlulah sembunyi selamanya dalam benteng..

Ah, memberi arti pada angin?

Haruskah terpisah dengan kata sepoi?

Malam yang damai, April paling penghabisan.

(*so you see.. You’ve been there, done that…?*)

mmm…

2 comments:

pecintalangit said...

what is all about? :D

KeCeBoNg said...

hayoooo.. apa hayoo...?