Tuesday, April 19, 2011
Kehilangan
Yang memaksaku bangun tiap pagi lalu mencekokiku air putih.
Yang menyeretku ke Sabuga tiap akhir pekan (*ah, kangen bubur ayam Mang Oyo setelahnya*.
Yang membereskan kamaaarrr.. argh.. :P
Yeah, semoga engkau lebih berbahagia ‘di luar’ sana heuheu..
KApOK dan PApER
Percakapan dua orang gelo.
Tidak seluruh bagian dari tulisan ini merupakan kejadian fiksi.
KApOK = KAtak pada Orang Kantoran (*padahal pejabat*)
PApER = Pejabat Aneh pada Eks beRudu (*hahaha maksa*)
Malam sudah merambat menuju puncaknya ketika HP berkedip-kedip.
PApER = Good night.. Jaljayo..
KApOK = Apa itu jaljayo? Good night..
PApER = Have a good sleep. Jaljayo :) Hihihi ikut-ikut Kyu si accident expert
KApOK = Nasib Kyu gimana? Masih hidup ngga? Mobil-mobil itu suka banget ya sama dia.
PApER = Masih sepertinya. Weekend aku nggak net-an. Ntar jadi set-an... Ntar aku lihat Senin dia masih hidup apa nggak.. Iya, Mak-nya nonton Fast and Furious waktu hamil dia..
KApOK = ..... (*sepiceles.. eh salah ketikeles... bari ngakak sendiri*) Ah aku tulis ah di blog ah.. (*sebelumnya ada ide KApOK yang ‘dibajak’ PApER, dibahas di SMS sama PApER sebelum KApOK sempat cuap-cuapin di blog. Betetetetete. Jadi batal ditulis dah.*)
PApER = Zenbu? Tulis sumbernya ya. Kyudleoaz.
KApOK = Apa? Kyu Udel Laos?
PApER = Terserahlah. Kalau tidur pake (Kaos kaki? Selimut?) ya is. Nanti masu KangIn.
KApOK = Hahaha...
PApER = Jaljayo..
KApOK = Chal chaiyya chaiyya chaiyya... (*kena virus B. Norman.. Heks*)
PApER = *zzZZzzZz.....*
KApOK = *lanjut begadang bersama Im@*
Hehehe, inti dari tulisan super nggak penting ini adalah:
Peringatan! Jangan meng-SMS KApOK selamat tidur or whatever itu, karena akibatnya tidur Anda bisa terganggu. Silakan dikira-kira, berapa menit tuh habis buat SMS-an :D Kalo langsung tidur mah udah sampe Sumedang kali. Hehehe..
Tuesday, February 22, 2011
Jebakan Microblogging
"Is, berhentilah posting di FB.. Nanti kamu terjebak mikroblogging..."Memang sudah berapa lama ini ide saya selalu mati muda dengan cara dipublish serta merta di FB, padahal saat itu ide masih berupa kilatan prematur yang belum dieksplorasi. Sangat sayang kadang. Walau idenya juga yaaa kitu kitu we.. :D
Ide sering kali bertingkah jinak-jinak merpati. Maka jangan sia-siakan setiap kesempatan saat dia nampak jinak, langsung tembak! Halah..
Ide seringnya bertingkah seperti sebuah balon. Dia baru bisa meledak setelah tekanannya cukup dan dengan perlakuan khusus. Kalau tekanan belum cukup lalu kita nekat menojosnya dengan jarum, bukan sebuah ledakan yang dihasilkan. Dia akan mengempis begitu saja. Hm, otak kita akan kempis tapi tak ada impact yang dihasilkannya.
Yup.. Makanya saya ingin mulai menghargai dan memperlakukan ide saya dengan baik. Setidaknya sekarang saya sedang mentahbiskan diri menjadi katakecil (*lho.. kok k nya kurang satu? belum rela melepas panggilan 'bong' ya? :D*). Betul, salah dua pembentukan jati diri katakecil itu adalah dengan menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menghidupi Petto ini dan tidak lagi merendam cucian lebih dari satu malam! Haha.. Ayo openi petto lagi, Takkun :D (*Yeah, baru nemu niknem baru pengganti Bong.. yiha..*)
Thursday, February 10, 2011
--
tapi selama dia belum menangkapku
dan melemparku ke jalan yang DIA sukai
aku masih punya pilihan
untuk terus berlari...
Wednesday, February 09, 2011
Saturday, January 29, 2011
HnH
TS: You know that I have a special feeling towards you right?
AH: You love me right?
TS: I really love you..
AH: *huhuy*
TS: Even I have that special feeling I cannot say this miso-soup taste good. IT tastes like vomit!
AH: No way..
TS: How do you make this kind of taste? It is one of the world's 7 wonders. It is true.
AH: This is weird. How come? Why?
TS: Why didn't you taste it while you cook? My precious anchovies went through this tragedy. DO you know how they felt?
AH: *Sigh*
TS: You should put 30 thousand YEN in the piggy bank!
AH: I can't make a good miso-soup even when I give my best. The god is playing with me.
TS: This girl is blaming the god for her mistake.
AH: I am being punished for looking down on housewives. I think I can't become a housewife. Work.. I want to keep my job.. I don't know what I can do and what I want to do in the future but I want to test my ability by moving a step higher. I.. I want to keep my job. This is.. my final decision. Sorry that I can't become the "Viva housewife"..
TS: I expected this from the beginning. I am sure all the housewives in Japan expected this.
AH: But why did you give me the "Viva Housewife"..?
TS: Sometimes it is good to stop and give it a try. That was good enough. I could feel the warmth through your hard work.
AH: Bucyou….!
TS: Thank you for the meal. Thank you for the miso-soup that taste like vomit.
AH: *huhuy*
TS: You can be happy later on. Get rid of the miso-soup that taste like vomit first!
Hahaha, penggalan dialog dari dorama ini cukup menggelitik. Sejak season pertamanya, HnH memang telah memesona perhatian saya (*Tch, saya tulis memesona juga, walaupun hati saya tak rela. Mempesona, harusnya mempesona!!! Wahai para penulis aturan EYD, ikutilah saya.. hiks*). Somehow, in one or other way, I can put myself in Hotaru’s shoes. Yep. I am a himono-onna on my own way. Aho-miya of my own. I could really understand how’s Hotaru’s feeling. Hm. Ada suatu masa dalam hidup saya dimana saya menganggap full-housewife is, somehow, not satisfactory. Maybe in extreme way it could be said that I looked down on housewives. But as the time goes by, I face many conditions and stories those prove me that being housewife is definitely not a joke.
Ada masa dimana saya bertanya-tanya dan berburuk sangka pada ibu-ibu yang mengantri membeli masakan jadi di kantin tempat saya biasa membeli makanan. Bukan satu dua orang saja. Tapi banyak. Terus terang ini bukan kebiasaan di daerah asal saya. Apa saja yang mereka lakukan saat suami mereka bekerja, sehingga bahkan untuk memasak saja tak sempat? Saya bisa memaklumi jika yang dibeli adalah untuk sarapan. Maklum, waktunya mepet. Tapi untuk makan siang, makan malam? Kalau beli juga, duh.. Bagaimana ya rasanya punya istri/ ibu yang ada di rumah 24 jam tapi tak pernah merasakan masakan tangannya? Hmm.. wakaranai na.. Apa yang membuat mereka, ibu-ibu rumah tangga itu, begitu sibuk? Masih terlalu dini untuk menikmati sinetron. Juga terlalu siang untuk arisan. Saya tak tau. Saya tak mengerti.. Tapi akhirnya ada beberapa waktu dimana saya sempat terpapar kehidupan rumah tangga (*kekeke.. sebagai saksi mata saja padahal mah*). But finally, sungguh mati, I could feel the tension. The burden. Dan the-the lainnya. Being housewife is definitely not a joke. Saya tak lagi berani menyimpulkan ibu-ibu tadi malas. Entahlah. Bukan karena saya sendiri nantinya (mungkin, semoga saja tidak) seperti itu. Karena saya akan menggunakan alasan ‘belajar’ dan ‘bekerja’ sebagai justifikasi. Hihihi….
Mothers are...
-Le Grand Chef 2-
Thursday, November 11, 2010
Saturday, November 06, 2010
Parenting VS Childing?
Banyak yang bilang manusia semakin tua, kelakuannya akan balik seperti kanak-kanak. Namun, tentunya psikologinya sangat berbeda dengan kanak-kanak betulan. Dan kalo saya mah, tampaknya memang harus belajar banyak tentang hal ini, terutama mengenai pengendalian diri. Entah belajar di mana. Belum nemu.
Semoga Alloh memberikan kita kesempatan untuk berbakti secara tulus kepada mereka yang padanya kita selamanya berhutang kehidupan. Childing is no kidding.
Telepon Misterius
Bagaimana tidak?
Saat hari dan jam kerja, telepon dari no tak dikenal tentunya membangkitkan harapan panggilan tugas dari Gordon, bagi job Ranger seperti saya. Sedangkan di waktu-waktu yang eksotis, telepon dari no tak dikenal kadang membangkitkan kekhawatiran tersendiri atas berita keluarga/ kawan yang kurang mengenakkan.
Coba bayangkan, saat udah deg-degan dan mengucap salam, tau2 yang menjawab kita: "halo.. Saya pasha orange, dapatkan ringt..." bla bla bla bluuubz.. **oot! Langsung tak matiin aja.. Menjengkelkan! Masih mending kalo itu pasha langsung yang telpon dari hp nya. Da ini cuma rekaman.. Geram.. Udah gitu, makin sering aja ada panggilan anonoh macam ini.. Benar-benar deh harus protes -_-;