Showing posts with label TeLaGa. Show all posts
Showing posts with label TeLaGa. Show all posts

Thursday, July 19, 2012

Satu Hari di Pasar Baru

Ini adalah kejadian pendek yang sangat sederhana, namun menyentakkan saya. Sudah lama sekali saya ingin menuliskan cerita ini. Tapi apa daya, malas itu lebih berkuasa = =" Duh.. Karena saat ini saya menuliskannya dengan kondisi perut kosong melompong, jadi harusnya saya masih bisa menghayatinya.. (Background: biola menyayat-nyayat. Halah..)

Saya sedang mengantarkan teman saya dari Malang berburu oleh-oleh di Pasar Baru, saat seorang pedagang tas keliling itu mendekati kami dan mencoba menawarkan dagangannya. Pedagang ini kelihatannya sudah cukup berusia, namun dunia mengajarkan saya satu hal: Jangan pernah percaya begitu saja dengan permainan garis dan warna di wajah orang-orang jalanan. Karena waktu seringkali berbuat licik dan diam-diam menambahkan jejak di usia yang tidak mereka jalani. Jadi saya taksir mungkin masih sekitar usia adik saya yang ke-dua. Dia kelihatan lega saat teman saya menunjukkan ketertarikan pada dagangannya,  memutuskan untuk berhenti dan melihat-lihat. Tawar-menawar pun terjadi. Cukup alot. Saya lupa angka tepatnya, tapi tas yang asalnya 20 ribuan itu telah turun harkat dan martabatnya ke angka 15 ribuan. Di sinilah masalah menjadi liat. Teman saya keukeuh minta harga 13 ribu. Sedangkan pedagang itu bertahan di angka 14 ribu. 

Setelah serangkaian bharatayudha, dengan berat hati, dan suara agak lemah, sang pedagang pun akhirnya melepas tas itu dengan harga 13 ribu. Saya yang dari awal memang hanya berperan menjadi pengawal tanpa skill perang harga, hanya trenyuh dan terkagum-kagum dengan adegan perang kilat yang menunjukkan kelihaian kedua belah pihak nan fantastis itu. Tepat saat teman saya merogoh tas untuk membayar tas tersebut, datanglah seorang pengamen semi peminta-minta (if you understand what I mean). Teman saya pun membayar belanjaannya, mendapat kembalian, sambil memilih tas yang akan diambilnya. Pengamen itu pun menodongkan mesin kasirnya (if you know what I mean). Teman saya dan saya sendiri sudah seperti cacing habis digelitikin semut merogoh semua saku dan dompet yang mungkin menjadi persembunyian benda bulat dari logam yang biasanya diberikan kepada orang-orang yang berprofesi demikian. Tapi nihil. Akhirnya teman saya pun memberikan uang kertas dua ribu kembalian pedagang tadi. OH, IF YOU SEE WHAT I SEE.. Saya melihat ada perasaan yang tak bisa saya lukiskan dengan kata-kata di mata pedagang tadi. Pundaknya yang turun, dan wajahnya yang mendung cukuplah meruntuhkan haru di hati saya. Setiap ribu rupiah yang dia perjuangkan dengan mati-matian, ternyata bisa begitu mudahnya didapatkan orang lain yang modalnya sungguh sederhana (jika saya bilang tanpa modal itu dianggap terlalu kurang ajar.) Saya hanya menjadi saksi tak berguna di sana, tapi saya pun mendapatkan bagian perasaan bening itu...

Ah, ingatlah wahai tiap inci tulang yang menegakkan tubuhku..
Wahai tiap tetes darah yang berhutang budi pada hidup,
Engkau ditumbuhkan dari sari pati makanan yang didapatkan dari pertempuran demi pertempuran semacam itu...
Dalam dirimu ada hak yang bukan milikmu...
Ingatlah selalu, ingatlah selalu...




#Ditulis sembari mendengar indahnya melodi perbedaan ide sidang orang-orang bijak bestari di tivi ini... Ditinggalkan dengan janji akan mengeditnya saat otak sudah lebih jernih. Wangsul rumiyiin..

Wednesday, June 20, 2012

Setengah Delapan

Setengah dari delapan tidak selalu berarti empat.
Kadang ianya adalah tiga, atau bisa juga nol.
Tergantung bagaimana kita membaginya.

Mungkin begitu juga hidup ini.
Ada banyak cara untuk memahami takdirNya...

Friday, June 08, 2012

Hermawan K. Dipojono, Guru Besar dalam bidang ilmu Rancang Bangun Material Komputasional

Hermawan K. Dipojono, Guru Besar dalam bidang ilmu Rancang Bangun Material Komputasional

Never Ever Surrender, he always said..
And I know one thing has changed since I met him in the very first time...
The day I know that I destined to be one of them: The Champions...

Thank you, Sir!

Sunday, May 20, 2012

Selarik Salju Turun di Jakarta Siang Itu



Ini adalah hari yang biasa di tempat yang biasa bagi biasanya orang. Tapi bagi saya hari itu agaknya cukup luar biasa, karena perjalanan saya ke Jakarta kali ini lain dari biasanya. Setelah serangkaian keunikan yang akan saya kisahkan dalam note lain di blog ini juga, rasanya kejadian inilah yang paling berkesan bagi saya.

Setiap kali naik Bus Patas 76 rute Ciputat-Pasar Senen, pada siang hari di daerah Fatmawati, ada seorang pedagang asongan yang naik menjajakan dagangannya: permen jahe Sari Wangi, kacang atom, permen asam, dan entah apa lagi saya lupa; yang jelas semuanya adalah produk industri rumah tangga. Menyalahi kebiasaan saya yang suka merasa terganggu jika ada pedagang yang menawarkan dagangan di dalam angkutan umum, akhir-akhir ini saya berusaha lebih memperhatikan dan berusaha membeli jika ada yang sesuai dengan kehendak hati saya. Namun, seringnya hanya berhenti di “memperhatikan”, karena saya suka merasa sulit untuk memulai transaksi dengan mereka (Douuh! Antisosial banget dah!) Padahal ingin sekali saya ikut menjadi jalan rezeki bagi mereka dan industri lokal kita. Entah angin apa yang merasuki saya waktu itu. Tiba-tiba saya memutuskan untuk membeli salah satu jualan Abang itu. Kacang atomnya lebih mirip kacang madu daripada kacang atom yang biasa saya temui di Bandung. Rasanya tidak mengecewakan, sehingga saya menyimpulkan lain kali saya akan melakukan pembelian ulang. Dan hari pun berlalu.

Kesempatan lain itu datang di hari yang aneh itu. Setelah “seharian” disuguhi berbagai macam pengamen, eh, pedagang asongan berseragam hijau itu pun naik lah. Saya sendiri tidak tahu apakah ini pedagang yang sama dengan yang sebelumnya, ataukah jualannya saja yang sama. Yang jelas saya pun membeli lagi, kali ini sebungkus permen jahe dan sebungkus kacang atom. Setelah menimbang-nimbang, terbit sebuah ide dalam hati saya. Alangkah lebih berat dan mulianya jalan orang-orang yang menjaga dirinya dari meminta-minta dalam bentuk sehalus apapun. Yang rela bekerja keras demi rezeki kecil nan berkah. Atas nama harga diri, kehormatan, atau apapun. Dan Islam sangat menghormati orang-orang yang menjaga izzah-nya tersebut. Saya sendiri bukanlah orang yang sanggup seperti itu. Belum bisa, lebih tepatnya. Karena itulah saya sangat mengagumi mereka.

Dan terbitlah ide itu. Pada para pengamen tadi, saya bisa memberi sejumlah uang yang menurut saya cukup besar untuk ukuran katakecil seperti saya, tanpa ia harus bekerja sekeras itu. Masak iya untuk pedagang yang bekerja keras seperti itu saya tidak ingin melakukan sesuatu? Maka saya menambahkan satu lembar uang seribu rupiah dalam lembaran jumlah yang seharusnya saya bayar, yang kemudian saya gulung sedemikian rupa sehingga semuanya menjadi satu kesatuan. Benar Kawan, itu jumlah yang tidak ada apa-apanya bagi sebagian besar kita. Tapi itulah yang saya putuskan akan saya sisipkan saat itu. Saat menyerahkannya, saya berharap Abang itu tidak sempat membuka dan menghitungnya. Sungguh, saya tidak ingin menyakiti harga diri beliau. Dan benar saja, ketika beliau mengambil dagangannya, karena agak buru-buru, beliau langsung mengambil tanpa menghitungnya. Saya tersenyum bersyukur. Saya pikir beliau tidak akan mengetahuinya, kalaupun tahu, pastinya setelah menghitung total penjualan di ujung hari.

Iya, saya pikir beliau telah turun dari bus ketika tiba-tiba beliau kembali dan menyodorkan uang seribu kucel tadi seraya berkata: “Mbak yang tadi beli kan? Uangnya lebih, Mbak!” Sungguh saya kehabisan kata dan hanya bisa menerima kembali uang tadi seraya tersenyum dengan pikiran kacau. Oh sungguh, selarik salju telah turun di Jakarta siang itu. Untuk saya. Karena telah bertemu dengan spesies manusia langka di rimba Jakarta ini. Berlebihankah saya? Rasanya tidak. Tengoklah kelakuan orang-orang yang bertindak aneh-aneh hingga sanggup menipu, memeras, dan semua kata gelap lainnya: demi selembar dua yang tak seberapa nilainya. Kebaikan masih ada di Jakarta. Kejujuran yang setitik itu, semoga kan jadi bara yang menularkan nyala bagi sebanyak-banyak jiwa. Hingga semoga kelak, akan teranglah kota ini.

Ah, seperti biasa saya lebay. Tapi izinkahlah saya yang lebay ini meminta tolong padamu, Kawan.. Jika satu kesempatan kalian lihat yang seperti beliau, tolong belilah dagangannya. Walaupun hanya sebiji. Karena semua yang pernah dalam kesulitan yang pekat gelap sempurna tahu artinya sebintik bara harapan. Benar, Kawan. Sebintik saja.. Itu cukup untuk membuatmu, membuatku, membuat kita melangkah sekali lagi.. Berjuang lagi.. Jangan sampai ada yang berkata: “Kebaikan telah hilang dari dada umat ini…”



>> Ditulis ngacrut dalam jam kerja Jumat ini. Duh. Korupsi ==” Diedit ntar-ntar kalau sudah ada azzam, haha..

Thursday, July 22, 2010

Bisa!

Jika Engkau bertanya padaku,
maka akan aku jawab: aku pasti tidak bisa..
Jadi biarlah aku yang bertanya padaMU,
karena aku tau pasti: apa yang Engkau tak bisa?

Monday, March 29, 2010

Kusuri wa...

Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.

al-Ra'd [13]: 28

Wednesday, March 24, 2010

Agar Istimewa

Sebuah tanya tiba-tiba hinggap di kepala saya yang kecil ini..
Mengapa, mengapa duhai Rabb, Engkau jadikan proses kelahiran manusia ini begitu menyusahpayahkan? Tidak hanya bagi ibu (yang baginya tiga kali kebaikan) tapi juga bagi bapak dan keluarga besarnya..? Ketika jasad, bahkan ruh seorang ibu menjadi tak karuan, (walaupun di dalamnya menyimpan keindahan), tapi bukankah adalah sangat sangat mudah bagiMU membuatnya ringan-ringan saja? Atau kenapa tidak Engkau mudahkan proses itu bagi hambaMU yang beriman, dan Engkau sulitkan bagi hambaMU yang ingkar saja...?

Lalu kepala kecil ini merasa sedikit ringan..
Bila Dia memudahkan proses itu bagi hambaNYA yang beriman, dan menyusahkannya bagi hambaNYA yang ingkar, niscaya semua manusia akan memilih menjadi beriman.. Tak akan berani dia ingkar secara nyata.. Lalu gagal lah skenario hidup yang adalah 'ujian' ini..

Bila Dia jadikan proses itu biasa-biasa saja, maka biasa-biasa pula mungkin kita menyambutnya. Tak ada kegembiraan, tak ada kekhawatiran, tak ada persiapan. Lagi pula, Dia bukannya ingin menciptakan anak manusia yang biasa saja, apalagi yang banyak tapi lemah tak berharga (seperti cacing atau plasmodium atau spons atau patrick eh bintang laut yang dengan mudah dapat memperbanyak diri*). Dia mendesain makhluk manusia ini untuk tugas istimewa, maka Dia istimewakan proses kejadiannya, agar orang tuanya memelihara dan mendidiknya dengan istimewa. Seperti ini misalnya.


*) tanpa bermaksud merendahkan hakikat dan hikmah penciptaan makhlukNYA yang lain, insyaALLOH.. Astaghfirulloh

Tuesday, March 23, 2010

Melangkahlah Terus..

Dan di sinilah kutemukan jawaban itu.
Telah lama kucari, mengapa Ruhul Quddus itu mengulang perintahnya hingga tiga kali? Tidakkah dia telah faham bagaimana keadaan Rasul Ummiy itu?
Rabb, setiap pertanyaanku pasti ENGKAU jawab..
Aku hanya harus bersabar merenda tiap keping puzzle hidup ini..
^^ Begitu kan, Rabb?

Alhamdulillah

Lalu seperti katanya dan katanya, biar tak ada lagi lelah :)


-=dari Mabit Ashabul Qur'an @Salman, dengan SAF=-

Wednesday, October 14, 2009

KIBO

untuknya, yang tersenyum di bumi baru

HE brought you there on a mission.. Not dropped you on an unknown place just like that..
HE brought you there, so HE had already set all that you need..
new friends
new family
new strength
new patient
new passion
new point of view
new ikhlas..

may all the difficulties you find, Alloh will make them easy for you to overcome, with thankfulness and HIS Mercy.. InshaALLOH.. HE loves you in HIS very own way..

=syawal, dasa hari pertama=

ternyata kata-kata itu kembali, untukku..

Saturday, September 19, 2009

Tuesday, September 15, 2009

The Boundary Condition

Batas dari kesabaran adalah keistiqomahan,

Batas dari ketidakmungkinan adalah kuasa Tuhan,

Batas dari penderitaan adalah kesyukuran,

Batas dari keinginan adalah kematian..

= 15 September 2009 =

Ramadhan ke entah berapa

Thursday, September 10, 2009

Taushiyah Pamahardhika

T Dika 17 Augst 2009 21:08:00
Orang yang berakal, jika diam dia berpikir, jika berbicara dia berdzikir, dan jika memandang dia mengambil pelajaran.. smangat is! ;-)


T Ori 17 Augst 2009 21:05:47
Ketika kehidupan memberimu 1000 alasan untuk INGIN SESUATU, pahami bahwa 4W1 punya 1000000 tau akan KEBUTUHANmu. Nikmati setiap detik waktu yang berdetak dengan istiqomah dan akhiri setiap kelelahan dengan keikhlasan. Moga Alloh ridha atas semua kerja keras yang telah kita lakukan.. selamat bermetamorfosis dalam kepompong Ramadhan moga dapat berubah menjadi kupu-kupu yang indah :-)


Ninda 17 Augst 2009 21:06:29
Rasulullah: “Diantara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi)


Yenchan 17 Augst 2009 21:11:30
Wa’al. lakukan apa yang perlu dilakukan (required things) meski hal itu sedikit meski hal itu sedikit memaksakan diri.. lakukan lompatan! Ciayo..


T Wida 17 Augst 2009 21:15:55
4W1 tidak menjanjikan hari-hari tanpa duka, kegembiraan tanpa derita, matahari tanpa hujan. Tapi IA sungguh menjanjikan kekuatan untuk menghadapi hari-harimu, penghiburan bagi airmatamu, terang bagi jalanmu, dan sabar untuk kekuatanmu…


Mba Dewi 16 Augst 2009 07:23:07
“Begitu pagi tiba, seluruh persendian salah seorang di antara kamu hendaknya bersedekah, dan setiap sholat yang dilakukan merupakan sedekah baginya..” (HR. Abu Dawud)


Winda 17 Augst 2009 21:14:13
Ya Allah.. kiranya Engkau berkenan menjadikan Al-Qur’an sebagai pelipur hatiku, cahaya dadaku, pengusir kedukaanku, dan penyingkir kedukaanku.. (HR. Ahmad)


Nana 17 Augst 2009 21:12:52
InsyaALLOH semoga saling mengingatkan, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.. (Q.S. Al-Isra’:7)

Friday, September 04, 2009

Wish..

Buatlah kesalahan, sebanyak mungkin, tapi pastikan semuanya baru!

=Ramadhan 1, antara Tamansari-Juanda=

Tuesday, August 18, 2009

Words from CODE BLUE #SP

Otoosan:
in truth I think that she is remarkable
born in a common household,
becoming a doctor through her own ability and hard work
if I knew that this was going to happen,
I would have properly told her..



Tomodachi:
that's right,
I think that there are words that have to be said.
words that you would regret not saying
when you could still tell her



---people mature by repeating their mistakes---

(But sometimes I repeat too many times, hehe <- cebong)
But to tell the truth, somehow hurting and painful, is relieving
don't you think so?
because we can still move forward, afterwards..

Wednesday, August 12, 2009

I wanna do the things worth dying for.. then struggle to live as long as the life demands.. --- le printemps ---

Sunday, June 28, 2009

...cahaya di ujung lorong... (Part II)

Tapi yang ini edisi nyontek, hehe..
belum sempat midnah-mindahin..
hmm,,

share this one:

punya iin

Friday, June 19, 2009

...cahaya di ujung lorong... (Part I)

akhir-akhir saya sering sekali malakin orang minta taushiyah *pertanda lagi banyak melakukan makar* yeuh,,
saya sangat bersyukur.. memiliki begitu banyak sahabat dan orang-orang yang siap mengkopikan kebaikannya untuk saya..
below adalah beberapa text message yang sempat saya selamatkan dari keganasan inbox saya..
alhamdulillah..



Nasihat Kubur:
1. saya adalah tempat yang paling gelap maka terangilah saya dengan tahajjud
2. saya adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah saya dengan bersilaturrahmi
3. saya adalah tempat yang paling sepi, maka ramaikanlah saya dengan memperbanyak membaca

Al-Qur'an
4. saya adalah tempat binatang-binatang yang menjijikkan maka racunilah ia dengan amal

sedekah
5. saya adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya, maka persiapkanlah jawabanmu dengan

perbanyak mengucapkan 'Laa Ilaaha illaLLAAH"

(Fara)


Abdullah bin Umar berkata Rasulullah saw bersabda: "sebaik-baik teman di sisi Alloh adalah

orang yang paling baik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Alloh adalah orang

yang paling baik terhadap tetangganya"
HR. Tirmidzi

(Endah)

Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Alloh dan barang siapa

beriman kepada Alloh, niscaya Alloh akan memberi petunjuk kepada hatinya, dan Alloh Maha

Mengetahui segala sesuatu."
QS. 64:11

(Endah)


Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash ra., ia berkata Rasulullah saw bersabda: "Wahai Abdullah,

janganlah kamu seperti si fulan, tadinya ia suka bangun untuk sholat malam, kemudian ia

meninggalkan sholat malamnya."
HR. Bukhari dan Muslim

(Endah)


"Minat saya adalah masa depan, karena saya akan menghabiskan seluruh sisa hidup saya di

sana."
--Charles F. Kettering, Insinyur AS penemu starter elektronik--

(Endah)

"Tidaklah muncul orang-orang BESAR dengan karya-karya BESAR, melainkan di tengah-tengah

KESULITAN dan KERJA KERAS"
Syaikh MUhammad Al-Ghazali

(Ulil)


ketika kau merasa letih dalam melakukan kebaikan maka keletihan akan segera sirna dan

kebaikannya akan abadi.
sekiranya kau bahagia melakukan dosa dan kemaksiatan, ketahuilah bahwa kebahagiaannya akan

segera sirna padahal dosa dan kemaksiatannya akan abadi.
Ali bin Abi Tholib

(Winda MT)


Life's like a piano..
white keys represent happiness,
black keys show sadness..
but as you go through life's journey,
remember that black keys make music too..

(Yenchan)



^0^

^0^ ^0^ ^0^


^0^ ^0^
^0^

malaikat itu ada,,
tapi kadang ketika kita melihat mereka tanpa sayap,,
kita menyebut mereka: "SAHABAT"

(Nunu)

Sunday, June 14, 2009

Di mana si anak itu?

(Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?)

Pasti sekarang dia bukan anak-anak lagi.. tapi mungkin masih suka bertingkah layaknya kanak-kanak.
Adalah suatu saat dalam hidupnya, ketika angin perubahan menawarkan arusnya yang lebih kencang dan besar, ‘tika Bundanya berkata: “Sudahlah.. Jangan jauh-jauh dari rumpun rumahmu ini…”
Lalu kengototan tekadnya membuahkan kata: “Tenanglah, Bunda.. Alloh tak kan lalai menjaga.. Di sini, di sana, di mana pun.. bahkan kalau harus ber-backpack-ing, tidur di emper masjid, Ananda kan jalan juga…”
Lalu perjalanan nasib mementahkan semua kekhawatiran, menjadikan kata-kata si anak nyata.
Di sanalah dia, salah satu periode terindah dalam hidupnya. Berumahkan masjid yang pada akhirnya paling dia cinta, ujung lain pulau rumpunnya. Tidak, bukan sebagai backpacker seperti yang dia sumbarkan. Alloh terlalu kaya kalau hanya untuk memelihara satu hambaNYA. Berumahkan masjid, dalam arti sepenuhnya: lantai, atap, dan tempat pulang! Lengkap dengan keluarga baru yang mengasuhnya penuh cinta.. ya, sebuah keluarga.. 

Di manakah si anak itu kini?

.. wa ma(n)y yattaqiLLAHa, yaj’al lahu makhroja ..

(merancang pemberontakan baru)

Saturday, June 13, 2009

Multitalented Woman

Another nggak-ndayani person, hohoho..

Ini tentang seorang wanita (*padahal gadis.. **hayah** *) yang sekosan juga dengan saya. Hmm, pada pandangan pertama mungkin tak banyak orang yang akan mengira begitu banyak potensi yang siap meledak (*heuh.. terorisss???*) dibalut kesantunan dan kebersahajaannya. Menulis sudah dijabanin sejak belia (*SMA gitu mbak..?*) dan cukup sering karyanya nyasar di media. Sekarang pun, kalo ikut lomba esai masih suka nangkring jadi jawara. Menggambar? Oke punya.. Kabar kaburnya karya terakhir beliau masuk jadi finalis lomba gambar di kampus. Di sela kesibukannya mengejar sidang thesis, masih sempat-sempatnya beliau buka bisnis (*hehehehe.. nggak deng.. eta mah ngarang deui, yang bener: plan-nya sih kerja amal, tak tahunya jadi banyak menerima traktiran.. tul nggak mbak? Salam yak ke menejer.. mbok ya orang-orang bawah kapan-kapan diciprati juga :P *) nerjemahin abstrak thesis ke english hoho.. yang ngorder ya teman-teman beliau lagi..

Hmm, hobinya yang lain adalah sambang ke pasar kaget Gasibu tiap ahad. Entah ngecengin tukang somay, entah tukang tambal panci.. pokoknya rajin beneeer.. :D jadilah beliau andalan kami, tempat kami nitip beli bibilintik dan bibilintik setan (*super pedas…*) soalnya bayarnya bisa di kas bon sampai waktu yang tidak ditentukan.. bener-bener deh andalan anak kos :D
Ditambah dengan oleh-oleh pempek asli Palembang yang zlrruuuuuppzz tiap habis liburan itu, kedudukan beliau belum tergantikan.. (*kecuali kalo giliran anggota kami yang berkebangsaan semi China pulang ka Lampung*)

Tapi ngomong-ngomong, dengan skill nulisnya itu, beliau tengah mengerami satu naskah novel ala Andrea Hirata versi beliau. Jadi merasa terancam, karena gosipnya nama saya ada tercantum di sana.. oaalaaaah.. wahai para fans, mohon jangan buat saya makin terkenal lagi.. hohoho.. (*aduh.. dasar megalomania.. Y-Y kapan ya terbitnya.. *)


(*Mbak L, nih.. tulisan kacangan model gini yang saya biasa tulis.. nggak se-derajat dengan baku mutu tulisan eMbak.. fufufu..*)
Selamat menuju perjalanan baru.. I’ m gonna miss you, though..
kalo nikah undang-undang ya,,, (*bersama tiketnya*)

Potongan surat cinta, yang itu..

Bismillahirrahmaanirrahiim..
Segala puji bagi Sang Pemilik Semesta yang telah memberi saya kesempatan untuk mengenal dan menjalin ukhuwah dengan akhwat sekalian.. Semoga sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada Insan Pilihan yang menjadi teladan kita, Muhammad S.A.W.

Saya sangat beruntung, dalam rentang hidup saya yang pendek ini saya diberi kesempatan oleh Alloh untuk belajar dari orang-orang besar (atau calon orang besar) seperti ukhti sekalian. Bertemu dengan XXX yang mengajarkan saya ketegasan dalam bersikap, YYY yang selalu hangat dengan perhatian dan kekritisannya, ZZZ yang mandiri dan selalu kaya dengan taushiyah, AAA yang pemberani dan penuh mimpi, BBB yang dalam dan tenang, CCC yang ceria dan enak diajak berbagi cerita, DDD yang serius dalam mempersiapkan masa depan, EEE yang lembut dan membuat nyaman, FFF yang flegmatis dan sejawa (*halah…), GGG yang selalu menularkan semangat.. semua..

Mari saling mendoakan semoga kita semua selalu istiqomah, bersabar, dan melipatgandakan kesabaran kita.. agar suatu hari kelak kita bisa berkata pada anak cicit kita, “Nak.. lihatlah nenekmu ini.. Mungkin usia nenek tak akan sepanjang usia sejarah dan da’wah ini.. tapi saksikanlah, bahwa nenek telah menjadi bagian dari orang-orang yang membuat sejarah.. membangun peradaban bersama orang-orang itu, menumbuhkan cita dalam lingkaran kami yang bersahaja..”
Semoga hati kita terlalu lapang untuk disinggahi keburukan, semoga kita makin konsisten dalam lisan dan laku, semoga kita tak pernah henti berproses menjadi XXX, YYY, ZZZ, AAA, BBB, CCC, DDD, EEE, FFF, iis, dan GGG yang lebih baik..
Bandung, 5 Juni 2009
Saudari kalian dalam mengembara mencari cinta-Nya,
iis

Haha, dipablisyh di sini biar nggak ada lagi yang bikin SC kayak gini =)
Kopi rait ada di sayah..
Any disagreement and so on towards this letter’s content please contact me personally (*termasuk kalo ada yang mau ngorder SC, huahahha..*)