Tidak dicintai adalah derita yang tidak bisa diwakilkan pada kata-kata dan tak bisa kau bagi dengan siapapun...
Showing posts with label maDaH. Show all posts
Showing posts with label maDaH. Show all posts
Wednesday, November 07, 2012
Wednesday, October 31, 2012
Hujan dan Badai
Tuhan, aku menangis
Patah hati
Saat aku meminta hujan
Dan Engkau memberiku badai
Setelah aku kehilangan semuanya
Aku jadi sanggup melakukan apapun
Dan aku tersenyum
Syukur
Atas kekuatan dan dikuatkan
Walau masih terus menangis
Rindu pelangi....
Suatu hari suatu tahun antara 27 Sept dan 27 Okt
Patah hati
Saat aku meminta hujan
Dan Engkau memberiku badai
Setelah aku kehilangan semuanya
Aku jadi sanggup melakukan apapun
Dan aku tersenyum
Syukur
Atas kekuatan dan dikuatkan
Walau masih terus menangis
Rindu pelangi....
Suatu hari suatu tahun antara 27 Sept dan 27 Okt
masuk ke kolam
bLacK_sEEd,
keluhku pada bulan,
maDaH,
tRaC3
Wednesday, July 25, 2012
Engkau Bertanya Tentang Cinta?
Jadi engkau bertanya tentang cinta?
Cinta itu seperti kepak sayap kupu-kupu, Anakku..
Sederhana seperti hembusan nafasmu
Tapi ianya sanggup getarkan titian baja
Yang aku curiga,
Ia pertama recah, antara Kaf dan Nuun...
Wednesday, June 20, 2012
Obrolan Para Hari
Berkata Pagi kepada Petang: "Engkau masih terlalu muda"
dan Pagi pun melenggang menenteng Matahari di tangan kirinya
Lalu ketika Waktu terjaga dan Matahari menangis kelelahan,
Petang hanya menatap sendu, "Umurku sudah purna..."
Bukankah begitu Hari-Harimu, Anak Muda?
Semua seperti mimpi yang mampir silih ganti, bukan?
Sampai Takdir mempertemukanmu dengan Dia
dan Pagi pun melenggang menenteng Matahari di tangan kirinya
Lalu ketika Waktu terjaga dan Matahari menangis kelelahan,
Petang hanya menatap sendu, "Umurku sudah purna..."
Bukankah begitu Hari-Harimu, Anak Muda?
Semua seperti mimpi yang mampir silih ganti, bukan?
Sampai Takdir mempertemukanmu dengan Dia
Wednesday, April 25, 2012
Perempuan Embun Surga
Cinta macam apakah itu,
yang tidak bersenyawa dengan rindu?
Seperti gadis pingitan Kartini merindu cahaya,
Seperti itu pula dirimu merindu lapangnya cakrawala
Cakrawala di mana mentari tak bersinar
Kecuali menyentuh jengkal tanah yang merdeka
Adalah engkau,
Setiap hembus angin yang berkisah
Tentang perjuangan yang tak sudi menyerah
Dan jiwa yang tak mau patah
Meski jasad telah rebah
Maka di hari semua perempuan mengenang perempuan lainnya,
Aku mengenangmu
Sebagai jalan lelakon yang seharusnya ditempuh setiap perempuan agung
: Anggun dalam berlaku,
Lincah dalam berpadu
Moga pagi dan senja dalam tidur ruhmu yang suci,
Kau saksikan jua anak-anakmu ini
Berdiri di tempatmu dulu berdiri
Sebagai ruh baru di atas jalanmu menabur mimpi
: Bunda Yoyoh Yusroh
yang tidak bersenyawa dengan rindu?
Seperti gadis pingitan Kartini merindu cahaya,
Seperti itu pula dirimu merindu lapangnya cakrawala
Cakrawala di mana mentari tak bersinar
Kecuali menyentuh jengkal tanah yang merdeka
Adalah engkau,
Setiap hembus angin yang berkisah
Tentang perjuangan yang tak sudi menyerah
Dan jiwa yang tak mau patah
Meski jasad telah rebah
Maka di hari semua perempuan mengenang perempuan lainnya,
Aku mengenangmu
Sebagai jalan lelakon yang seharusnya ditempuh setiap perempuan agung
: Anggun dalam berlaku,
Lincah dalam berpadu
Moga pagi dan senja dalam tidur ruhmu yang suci,
Kau saksikan jua anak-anakmu ini
Berdiri di tempatmu dulu berdiri
Sebagai ruh baru di atas jalanmu menabur mimpi
: Bunda Yoyoh Yusroh
Tuesday, November 29, 2011
Casting
aku sudah dapatkan semua pemeran, atau setidaknya, yang kureka-reka akan sanggup memerankan..
sebutlah: matahari, angin, awan, bahkan lautan! semua sudah kupunya...
tapi berhadapan denganmu.. (*aih.. bukan berarti aku bicara soal wajahmu.. tak sanggup lah aku.. bagiku, di mana dan ke mana pun engkau dan aku memandang, selama kau masuk dalam radarku, itulah 'hadap' bagiku...*)
ya, berhadapan denganmu membuatku kehilangan semua patokan dan nilai
siapa kamu di antara jajaran 'bintang' yang tadi kusebut...?
ini bukan soal popularitas, kawan!
bukan pula perkara cerlangnya gravitasimu..
tapi sungguh, hadirmu memporak-porandakan status sutradaraku...
harus casting ulang?
aku tetap tak tahu di mana bumi pijakmu layaknya..
ataukah, ahh.. engkau kah bumi itu?
back to mode: my diariez tak jelas tak penting tak usah dibaca
sebutlah: matahari, angin, awan, bahkan lautan! semua sudah kupunya...
tapi berhadapan denganmu.. (*aih.. bukan berarti aku bicara soal wajahmu.. tak sanggup lah aku.. bagiku, di mana dan ke mana pun engkau dan aku memandang, selama kau masuk dalam radarku, itulah 'hadap' bagiku...*)
ya, berhadapan denganmu membuatku kehilangan semua patokan dan nilai
siapa kamu di antara jajaran 'bintang' yang tadi kusebut...?
ini bukan soal popularitas, kawan!
bukan pula perkara cerlangnya gravitasimu..
tapi sungguh, hadirmu memporak-porandakan status sutradaraku...
harus casting ulang?
aku tetap tak tahu di mana bumi pijakmu layaknya..
ataukah, ahh.. engkau kah bumi itu?
back to mode: my diariez tak jelas tak penting tak usah dibaca
masuk ke kolam
bLacK_sEEd,
keluhku pada bulan,
maDaH
Monday, November 28, 2011
Esoknya Ranting
Bahkan nasib sebatang ranting pun, kita tidak akan pernah tahu..
Beri dia kesempatan mendewasa dan berdamai dengan hidup,
mungkin dia akan menjadi sebongkah batu yang membara..
Beri dia waktu dan ketabahan para pengampu kesulitan,
maka mungkin engkau temukan dia sebagai intan..
Atau renggut dia sekarang dari akarnya,
dia melayu lalu menyubur bersama bumi...
Saturday, September 10, 2011
Engkau adalah Kekasih di Balik Kelambu
Tak pernah mata maupun mata hati ini melirikMu
Apalagi mata kaki!
Tapi kuyakin, MataMu tak pernah lepas mengintaiku
Sesat yang berani mengimajikan DiriMu
Maka aku berjalan menujuMu diam-diam,
seperti pejalan Sahara mempercayakan nasibnya
pada kompas cahaya dari ratusan tahun silam:
Cukuplah aku yakini yang aku temui,
karena akan aku temui yang aku yakini...
Engkau adalah Kekasih di balik kelambu
Kau pilih sendiri kekasihMu:
Engkau adalah Kekasih di balik kelambu
Apalagi mata kaki!
Tapi kuyakin, MataMu tak pernah lepas mengintaiku
Sesat yang berani mengimajikan DiriMu
Maka aku berjalan menujuMu diam-diam,
seperti pejalan Sahara mempercayakan nasibnya
pada kompas cahaya dari ratusan tahun silam:
Cukuplah aku yakini yang aku temui,
karena akan aku temui yang aku yakini...
Engkau adalah Kekasih di balik kelambu
Kau pilih sendiri kekasihMu:
He, kamu yang berani mengaku-aku mencintaKu...
Tahu Aku mana gombalmu mana sejatimu
Tapi kamu tergagap terjungkal mencariKu
Tidakkah kamu tahu itu cinta juga?
Tapi hanya Aku yang tahu Cinta...
Engkau adalah Kekasih di balik kelambu
Friday, January 29, 2010
Wake Me Up,
bila nanti pijakan kita bukan lagi kata-kata bersayap,
bukan pula hayalan mengawang,
dan semua kepalsuan itu usai sudah kita tanggalkan...
bangunkan aku..
mungkin saat itu
nalarku sudah akan sempurna menjejak TanahNya
-=remaining_full_rainbowed_sky=-
end of January, medio Shaffar
bukan pula hayalan mengawang,
dan semua kepalsuan itu usai sudah kita tanggalkan...
bangunkan aku..
mungkin saat itu
nalarku sudah akan sempurna menjejak TanahNya
-=remaining_full_rainbowed_sky=-
end of January, medio Shaffar
masuk ke kolam
keluhku pada bulan,
maDaH
Wednesday, October 14, 2009
Menunggu
kamu terombang-ambing; antara menunggunya dan menunggu-nunggunya,
meski sesungguhnya kamu berharap dia tak akan pernah datang..
ajaib bukan, satu manusia hanya memiliki satu hati
tapi satu hati bisa memiliki kelewat banyak keinginan..
memang benar menunggu itu misteri,
tapi menunggunya,
menunggui satu persatu tetandanya yang tiba lebih dulu,
adalah sebuah kepastian yang lugu
: rambut yang memutih, mata yang melabur, penghuni-penghuni baru tak diinginkan menyusup tubuhmu satu per satu..
lalu tiba-tiba pengantinmu itu pun tiba, sebuah perjalanan tak terceraikan, diusung dalam keranda...
meski sesungguhnya kamu berharap dia tak akan pernah datang..
ajaib bukan, satu manusia hanya memiliki satu hati
tapi satu hati bisa memiliki kelewat banyak keinginan..
memang benar menunggu itu misteri,
tapi menunggunya,
menunggui satu persatu tetandanya yang tiba lebih dulu,
adalah sebuah kepastian yang lugu
: rambut yang memutih, mata yang melabur, penghuni-penghuni baru tak diinginkan menyusup tubuhmu satu per satu..
lalu tiba-tiba pengantinmu itu pun tiba, sebuah perjalanan tak terceraikan, diusung dalam keranda...
tawar
aku ingin menyapamu, seperti hujan yang berlari sore ini: tiba-tiba datang, tiba-tiba pergi..
tapi engkau bukannya perlu disapa, engkau tahu setiap derak daun dan sayup bisik jiwa, setiap yang tersesat dan yang melewatkanmu dengan sengaja..
ah.. engkau engkau..
yang berlari menyongsong saat aku lata menghiba
sang saksi betapa seringnya kata mengkhianati makna
maka
aku ingin menyapamu, dengan kata yang telah cerai dari makna dan rasa: utuh sekedar kata
andainya engkau punya penyeranta..
;oktober medio;
tapi engkau bukannya perlu disapa, engkau tahu setiap derak daun dan sayup bisik jiwa, setiap yang tersesat dan yang melewatkanmu dengan sengaja..
ah.. engkau engkau..
yang berlari menyongsong saat aku lata menghiba
sang saksi betapa seringnya kata mengkhianati makna
maka
aku ingin menyapamu, dengan kata yang telah cerai dari makna dan rasa: utuh sekedar kata
andainya engkau punya penyeranta..
;oktober medio;
Friday, October 02, 2009
Langit, Angin, dan Ilalang
"Semangat tak pernah mengenal waktu dan ngantuk :-)", kata langit yang gelisah menelusur tali makna takdir. Lalu angin menjawab sekembalinya dari kembara: "Hm, mungkin takdir itu perpaduan antara tetapan Allaah dengan usaha/ putusan manusia?"; sang ilalang tercenung. Bergoyang tak kentara menekuri akarnya yang serabut menciut, menonton dialog para kelana.
masuk ke kolam
eDiSi nYoNTek,
maDaH,
tRaC3
Wednesday, September 23, 2009
Just another pHp (III)
Tak bisa kubayangkan ada tempat dalam benakku, di mana Engkau tak bisa berpijak.. Adalah denyutku, adalah artiku, setiap Percakapan yang Engkau Utuskan pada nasib..
Just another pHp (II)
Membasah, seperti embun yang tiba-tiba muncul di pagi hari
Bagitu saja..
Seolah-olah dia memang diciptakan untuk itu,
Misterius datang dan pergi..
-= Syawal yang indah =-
Thursday, September 10, 2009
just another HP poem
Starry night, starry night…
Cloud is just another veil of silent’s gown
Longing for the subtle feeling,
Whereas the life shall battle herself
Down the earth, Bandung
Cloud is just another veil of silent’s gown
Longing for the subtle feeling,
Whereas the life shall battle herself
Down the earth, Bandung
Friday, September 04, 2009
Hujan Lagi
Hujan bertandang, mengetuk atap malu-malu.. lalu berlompatan di ujung cucuran, seperti gembira menerima takdir baru.. ada rasa yang terbakar, habis, tinggal asap, seperti sampah di pelataran rumah tetangga.. tapi hujan juga bermain-main di
(Ah, hujan..
Dinginkan.. bagi damaimu denganku..)
Rajab ke-27
Transisi dan awal baru
:-)
masuk ke kolam
keluhku pada bulan,
maDaH,
tRaC3
Thursday, September 03, 2009
Solitude dan Pencarian
Solitude, where shall I find it?
kulihat jauh dalam diriku,
adalah tebing-tebing penuh gema..
lalu hening adalah secarik tabir tipis
retak kala egoku meronta
=satu hari dalam hari-hari penantian R=
kulihat jauh dalam diriku,
adalah tebing-tebing penuh gema..
lalu hening adalah secarik tabir tipis
retak kala egoku meronta
=satu hari dalam hari-hari penantian R=
Wednesday, September 02, 2009
Just another pHp
Hanya sebuah siluet; saksi parade cahaya yang melesat-lesat di semesta sejarah.. Percuma mengutuk kegelapan, bila sebenar hanya mata sendiri yang pejam..
Terombang-ambing bagai elektron di tingkat energi paling dasar: Tidak ada yang lebih pasti dari kematian; Peluklah dia, karena kemanapun pergi dia kan menyertaimu.. Aneh sekali bukan, bila kau mendiamkannya padahal kalian selalu bersama?
==jauh di relung Ramadhan==
Terombang-ambing bagai elektron di tingkat energi paling dasar: Tidak ada yang lebih pasti dari kematian; Peluklah dia, karena kemanapun pergi dia kan menyertaimu.. Aneh sekali bukan, bila kau mendiamkannya padahal kalian selalu bersama?
==jauh di relung Ramadhan==
Wednesday, August 12, 2009
Sebuah Kota, Berjuta Cerita
Kotamu ini, kotaku. Ksatria bermulut pedas, kenyang sumpah serapah. Anak-anak sirkus jalanan, menjual hiburan kemelaratan: mobil dan matahari panggung kami. Gunung beton bersungai tuba. Aku berlalu, tertawa, terderak-derak dalam lakon hidup, tak peduli.
Wednesday, June 03, 2009
episode b;l;
bumi; Episodeku adalah jejak-jejak sahaja yang (mencoba) menapak alur epik paling manusia dari sejarahnya yang purba.. langit; Episodeku adalah taburan gemintang yang menuntunmu menjadi manusia kembali setelah kembaramu yang mengimpi..
Subscribe to:
Posts (Atom)