Wednesday, May 15, 2013

Lima Ratus

Pagi itu, didorong oleh hasrat terpuji memenuhi nafsu sarapan yang tak terbendung (oiiii.... Mau dibuat jadi blog apa ini, Bong? Lama tidak menulis, bahasamu sungguh censored friendly.. Sigh.. #abaikan!) aku pun berjuang menempuh 1367 langkah (bohong, ngga dihitung -,-" ) menuju sumber mata jajanan sarapan nun di RW seberang sana. Setelah bubur ayam dan kue-kue bersemayam di kantong, di jalan pulang pun sesuatu menanti. Ia adalah panggilan jiwa yang tak bisa diabaikan: nasi kuning, yosh! Ah, sebenarnya bukan godaan nasi kuningnya, tapi penjualnya yang gadis cilik manis itu membuat saya merasa ingin membeli dagangannya (o really? Why salivating then?). Yup, jam sepagi ini dia menjaga lapak kecilnya yang hanya berupa meja kecil dan kursi plastik di tepi jalan itu. Saat teman-teman cilik seusianya berseliweran di depannya berangkat sekolah dengan seragam mereka yang juga manis (note: tidak saya jilatin satu-satu, hanya perkiraan.) Saya kira dia pun menyambi membaca buku tulis entah apa. Aku tidak begitu ingat.

So there I go. Memancing uang yang tersisa dari kantongku. Aih shimatta. Hanya ada 4500 padahal harga nasi kuning yang sudah aku pegang itu 5000 perak. Membatalkannya tidak akan meruntuhkan gengsiku (karena memang tidak punya), tapi itu akan meninggalkan rasa tidak enak di lidah (maksud e opo?)

Ya, begitulah. Akhirnya di kantong yang lain aku temukan juga kertasnya Bank Endonesah pecahan besar. Si anak manis dengan wajah gusar menyatakan seluruh uang yang ia hitung dari kalengnya tidak cukup sebagai kembalian. Aku pun tersenyum dan mengambil uang dari tangannya itu setelah menaruh uangku di meja. Lalu aku cepat-cepat berlalu sebelum anak itu beres berpikir tentang apa yang sebenarnya terjadi (ehm, sebenarnya aku cepat-cepat pergi sebelum pikiran burukku menjadikan anak itu sebagai sandera dan penebus menjadi-jadi).

Begitulah.

Kadang kita tidak menghargai arti receh 500 rupiah, sampai kita tahu bahwa 1 M tidak akan menjadi 1 M jika kurang 1 sen saja. Ah, pelajaran yang manis untuk cebong yang jarang beramal ini.

Note super penting: saya ngga makan bubur ayamnya lho.. Beneran saya ngga sarapan sebanyak itu.. Cuma nasi kuning, kue manis dua, gorengan dua, lalu... Eh.. Hehehe... :)

 

Tuesday, February 19, 2013

Nak, Ibumu akan membawamu ke tempat-tempat yang tinggi
Hingga engkau yakin
Sayap kecilmu akan sanggup menembus awan

Tapi Ayahmulah yang akan mengajarimu menegakkan punggung
Dan menjejak bumi



Sunday, February 03, 2013

yubisaki

Temani aku menangis
Dalam hati
Saat ini...


#Jekate, feb forth, tiga belas tahun setelah millenium baru
FmGA!

Friday, November 16, 2012

vestige

x: i love you..
y: but i don't you...
x: take it easy.. I'll love you enough for both of us...


#compiled, dunno from where and where... and a song, possibly..


maybe one day i'll be on that strong leg, watching your distant back and whispering clear to my own ears:  

i too, on the same boat with you, dear Strong-Heart....

Monday, November 12, 2012

do m(y)estical

aku akan menjadi udara yang tak pernah kau lihat
atau tanah yang tiap saat engkau pijak

seperti itulah
jika engkau mengerti maksudku

Wednesday, November 07, 2012

Hollow #1

Tidak dicintai adalah derita yang tidak bisa diwakilkan pada kata-kata dan tak bisa kau bagi dengan siapapun...

Thursday, November 01, 2012

To: Mothers...

Entri "IBU" adalah kata yang membuat kata "TIDAK" bertalak tiga dengan kata "BISA".
Once you are a mother, to convey that you "CAN NOT" is an abstinence...
Or not?

----Masih bergumam tentang kekuatan badai. The Chaos. 

Wednesday, October 31, 2012

Hujan dan Badai

Tuhan, aku menangis
Patah hati
Saat aku meminta hujan
Dan Engkau memberiku badai


Setelah aku kehilangan semuanya
Aku jadi sanggup melakukan apapun

Dan aku tersenyum
Syukur
Atas kekuatan dan dikuatkan
Walau masih terus menangis

Rindu pelangi....


Suatu hari suatu tahun antara 27 Sept dan 27 Okt

Thursday, September 27, 2012

The Tie

When to be happy is a struggle you must conquer,
then you know you are ALIVE....




Thank You, Allah..
I know You hold my dreams, still..
And I shall never lose heart....






Di pelataran surgaNya, kelak, kita kan bertemu kembali
untuk pertama kali dan selamanya, insyaAllah...

~FmGA