Friday, July 23, 2010

When I See Her

I keep imagining this scene :)

...why do you cut, pound on, put salt then sugar on, fry and steam my heart? Am I a fish in your cutting board?
Seo Yoo Kyung
=Pasta, eps. 8=

Thursday, July 22, 2010

Bisa!

Jika Engkau bertanya padaku,
maka akan aku jawab: aku pasti tidak bisa..
Jadi biarlah aku yang bertanya padaMU,
karena aku tau pasti: apa yang Engkau tak bisa?

Wednesday, June 23, 2010

Kasus Kasus yang Memanggil Anak eFTe

Halah..
Sebenernya ini adalah sedikit lintasan pikiran yang mengganggu pikiran saya saat 'terjebak' dalam kerumunan pengguna lift. Saya kira banyak orang pasti sudah pernah merasakan betapa tidak menyenangkannya berada dalam lift yang penuh sesak. Saat di tempat umum, hal ini sangat menyulitkan selain karena alasan keamanan dan hijab, juga kesulitan dalam hal mobilisasi. Nggak kebayang kalo posisi kita sudah terlanjur terdorong di pojok belakang, padahal tidak ada yang memencetkan nomor lokasi lantai yang kita tuju. Sudah itu, kalaupun ternyata pintu lift terbuka di lantai yang tepat kita tuju, ternyata posisi kita yang di belakang itu terblokir oelh orang-orang di depan kita, jangankan mau jalan keluar, bernafas aja susah.. (*dooh lebay amat..*)
Itu adalah salah satu masalah praktis yang sangat sederhana namun ternyata saya belum mendengar ada penyelesaian sederhana yang memuaskan. Di Jepang, ada petugas khusus yang bertugas di dalamnya. Tapi., kok rasanya itu tidak praktis dan kurang efisien. Hmm..

Sedang menghayal hal-hal aneh mengenai kemungkinan-kemungkinan solusinya..
Mau ikutan..?
Haha..

Tragedi di Hari eFEe

Dua hari terakhir ini saya mengikuti ujian Fund@ment@l Engineering alias k0mpre versi jurusan saya. Mengulang semua mata kuliah pokok ini bisa jadi adalah pekerjaan besar yang melelahkan (*bagi yang benar-benar mengikuti prosesnya dengan baik dan benar, heu..*). Tingkat kelulusan di negeri asalnya sana rata-rata membutuhkan skor minimal sebesar 68 persen. Hmm,, angka yang sangat tinggi bagi kepala saya saat ini.. haha.. ^,^ setelah sekian lama tidak kuliah, dan tau-tau harus ujian segambreng-gambreng, hmm, walaupun hasilnya bisa saya perkirakan tidak akan mencapai grade 'good enough', tapi saya sangat menikmatinya.. heu.. Empat jam yang berlalu tanpa terasa; the battle with your own mind.. decision making (*huahahhahhahaha.. yes.. decision making.. I'm talking about 4 option that you must 'forecast' and 'foretell' which one is the most beautiful one :P Uhuk.. ini untuk kasus-kasus yang benar-benar out of my league.. sebut saja KO dan teman-temannya itu.. *,* mengingat begitu banyaknya nomor yang saya isi dengan cara ini, tanpa melihat soal, umm.. wow.. Yaa Alloh.. izinkan saya lolos.. heu.. U.U aamiin..)

Terus tragedinya apa?
Tragedinya adalah saya baru tau kalo ujiannya dimulai jam 8 di gedung jurusan saya lantai 4. Setau dan seyakin saya, ujiannya dimulai jam 9, di C0ml@bs. Hmm.. Syukurlah.. Teman saya mengirim pesan kepada saya. Tepat jam 8 waktu cebong. Bahwa ujiannya jam 8. Di lantai empat. Padahal saya belum beres bebenah.. Arrghhh.. sia-sialah semua yang saya siapkan karena pada akhirnya.. ujung-ujungnya saya memakai 'seragam' kesukaan saya yang langsung sruwat-sruwet itu.. Haha.. *.* Udah gitu, bawa si A yang segambreng itu, tapi lupa ngga bawa charger. Punggung pegel tapi tidak menghasilkan apa-apa.. halah..

Alhamdulillah 'ala kulli haal..


Tuesday, June 22, 2010

Di mana?


... bagaimana dengan cinta untuk seorang lelaki is? Disimpan di mana sebaiknya? :-) ..


Begitu engkau bertanya.
Sungguh ingin kutingkahi: "Aku pun tak punya jawabnya, kawan!"
Pertanyaan sederhanamu itu benar-benar tak punya jawaban yang sederhana.
Setidaknya menurutku.
Setidaknya bagiku...
Tapi rumput yang bergoyang pun enggan berbagi suara denganku,


Maka..


Tertatih kuketik jawaban itu,
(semoga elektron-elektron yang menerbangkan pesanku itu memintakan ampunanNYA untukku.. apalah diri ini, yang masih mencoba mendaki jurang integritas yang begitu curam.. )


: di jalan Alloh =)


Kawan, dan engkau pun balas :) padaku..
Ah..
Indah nian caraMU mengingatkanku, Tuhan..

Thursday, June 10, 2010

Ever since...





Yang di atas ini adalah gambar para korban yang sudah masuk dalam peredaran darah saya..
Hm, I'm bit maniac bout this food *tapi tenaaaang.. nggak saban hari kok saya nyorat-nyoret telor kayak gini.. heuheu.. I still remember my first 'ornamented egg'.. I got it from my Aunty..
Halah.. Sebenernya ini dipublish sekedar sambil lalu karena inget: Oh My God! On May I only leave one entry! Do I believe it...? Hmm, believe it or not, whether the computer whatsoever is in your hand or not, it's not the determining factor of your writing productivity.. Your mind-state is! Haduh.. ini nulis juga sambil ngaco.. bye bye lah.. Bong, maen sama yang di atas ini dulu ya.. I'll leave you behind for a while.. Kalo laper, caplok aja yang gondrong tuh.. Saya merenungkan hidup saya dulu kawan ^^ Adios..

Sunday, May 02, 2010

may may MAY!

I am ready to give up
I am ready to give in
But,
Is there anything left to give...?
:D

Monday, March 29, 2010

Kusuri wa...

Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.

al-Ra'd [13]: 28

Sunday, March 28, 2010

Lewat Angin

Ketika dia berkata,
Lalu semua buhul pun terurai jadi laku
Dan bicara jadi do’a

Tuhanku yang Agung,
Jagalah wanita mulia di ujung sana..
Cintailah ia melebihi cintaku padanya
Dan cintailah ia melebihi cintanya kepadaku

Amiin

Friday, March 26, 2010

Re~sensi Novel: State of Fear

Judul Novel : Kondisi Ketakutan

Judul Asli : State of Fear

Genre : Fiksi Ilmiah

Penulis : Michael Crichton

Alih Bahasa : Arif Subiyanto

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tempat/ Tahun Terbit : Jakarta, Maret 2009

Jumlah Halaman/ Ukuran : 632 halaman, 23x15 cm


Apakah alam ini seimbang?

Atau justru sebaliknya? Tak pernah seimbang?

Lalu di manakah posisi manusia?


“Orang yang merusak alam karena bodoh dan tidak tahu, atau karena sok tahu lalu membuat aksi keliru, sama berbahayanya”, begitu kata MC. Setelah Anda membaca novel ini, Anda pasti akan sepakat dengannya. Betapa manusia adalah makhluk istimewa yang penuh dengan keterbatasan, yang bahkan tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tempat tinggalnya, baik di masa lalu, masa kini, maupun (kemungkinan besar) di masa mendatang. Lingkungan adalah sebuah sistem super besar yang senantiasa berubah dan bergerak: tidak pernah setimbang. Dinamika lingkungan tersebut, termasuk di dalamnya pengaruh geologis dan iklim, telah menempatkan manusia sebagai subjek sekaligus objek yang sangat rentan. Diterbitkan pertama kali pada tahun 2004, novel ini masih cukup hangat dan pas untuk disantap para pemerhati dan pecinta lingkungan hidup. Tapi saya bacanya yang versi English, though ^^;


Pemikiran yang coba diusung MC ini bertentangan dengan pandangan yang dianut secara umum. Global warming, benar-benar nyatakah teori tersebut? Ataukah sekedar akal-akalan politis ekonomis demi menciptakan sebuah teror bagi semua negara di dunia? Mengapa kita harus mencemaskan fenomena alam yang normal yang baru akan terjadi lebih dari seribu tahun yang akan datang? Ada apakah di balik semua itu? Sebuah konspirasi? Or what? Hmm, saya sempat ngobrol tidak serius tapi serius dengan kawan bologi saya, dan beliau bilang memang menurut sebagian penelitian, bumi ini cenderung turun temperaturnya.


Dibuka dengan fragmen-fragmen pendek yang khas, dan cerita pun saling bertautan menanamkan benih penasaran tumbuh di benak para pembaca. Didukung ilustrasi grafik-grafik dan data ilmiah (16 lembar bibliografi disertai komentar pribadi penulis!) membuat novel ini sukar dibantah. Di awal, alur berjalan cukup lambat, namun setelah menamatkan novel ini, Anda tak akan menyesal karena akan mendapatkan jawaban dari semua misteri yang telah ditebar penulis di awal cerita.


Lebih dari novel-novel Michael Crichton yang lain, pesan yang ingin disampaikan Crichton lewat novel ini sangat masif dan tebal. Namun, Anda tak perlu khawatir akan mendapati teks-teks panjang yang bernada menggurui, karena semua pesan tersebut dikemas dengan baik dalam dialog antar tokohnya tanpa melibatkan para pembaca.


Kritik yang dilontarkannya di antaranya adalah mengenai lembaga pendidikan tinggi sebagai institusi yang seharusnya netral dan tidak terbelit hubungan yang rumit dengan pihak sponsor penyandang dana. Dalam catatan akhirnya, Michael Crichton menekankan bahwa saat ini yang lebih dibutuhkan oleh bumi adalah semakin banyak orang yang bekerja nyata bagi lingkungan, bukan sekedar teori-teori yang dipoles sesuai pesanan para pendonor yang tak lain dan tak bukan para pemilik industri dan pemerintah.


Yang sangat saya sayangkan adalah penerjemahan judul novel ini menjadi Keadaan Ketakutan, yang terdengar kurang sastrawi. Padahal, jika judulnya dipertahankan tetap sesuai judul aslinya, akan lebih menjanjikan suatu permainan kata-kata yang menarik. Sebuah negeri yang selalu dicekam ketakutan? Ataukah keadaan ketakutan itu sendiri?



Hehe, baru beres diotak-atik sekarang.. padahal bacanya kapaaan gitu.. Mana ngga jelas ini teh yang diresensi buku yang Indonesia (*yang belum dibaca?!*) tapi pake 'data' dari yang versi English,..

Alhamdulillah..