Another nggak-ndayani person, hohoho..
Ini tentang seorang wanita (*padahal gadis.. **hayah** *) yang sekosan juga dengan saya. Hmm, pada pandangan pertama mungkin tak banyak orang yang akan mengira begitu banyak potensi yang siap meledak (*heuh.. terorisss???*) dibalut kesantunan dan kebersahajaannya. Menulis sudah dijabanin sejak belia (*SMA gitu mbak..?*) dan cukup sering karyanya nyasar di media. Sekarang pun, kalo ikut lomba esai masih suka nangkring jadi jawara. Menggambar? Oke punya.. Kabar kaburnya karya terakhir beliau masuk jadi finalis lomba gambar di kampus. Di sela kesibukannya mengejar sidang thesis, masih sempat-sempatnya beliau buka bisnis (*hehehehe.. nggak deng.. eta mah ngarang deui, yang bener: plan-nya sih kerja amal, tak tahunya jadi banyak menerima traktiran.. tul nggak mbak? Salam yak ke menejer.. mbok ya orang-orang bawah kapan-kapan diciprati juga :P *) nerjemahin abstrak thesis ke english hoho.. yang ngorder ya teman-teman beliau lagi..
Hmm, hobinya yang lain adalah sambang ke pasar kaget Gasibu tiap ahad. Entah ngecengin tukang somay, entah tukang tambal panci.. pokoknya rajin beneeer.. :D jadilah beliau andalan kami, tempat kami nitip beli bibilintik dan bibilintik setan (*super pedas…*) soalnya bayarnya bisa di kas bon sampai waktu yang tidak ditentukan.. bener-bener deh andalan anak kos :D
Ditambah dengan oleh-oleh pempek asli Palembang yang zlrruuuuuppzz tiap habis liburan itu, kedudukan beliau belum tergantikan.. (*kecuali kalo giliran anggota kami yang berkebangsaan semi China pulang ka Lampung*)
Tapi ngomong-ngomong, dengan skill nulisnya itu, beliau tengah mengerami satu naskah novel ala Andrea Hirata versi beliau. Jadi merasa terancam, karena gosipnya nama saya ada tercantum di sana.. oaalaaaah.. wahai para fans, mohon jangan buat saya makin terkenal lagi.. hohoho.. (*aduh.. dasar megalomania.. Y-Y kapan ya terbitnya.. *)
(*Mbak L, nih.. tulisan kacangan model gini yang saya biasa tulis.. nggak se-derajat dengan baku mutu tulisan eMbak.. fufufu..*)
Selamat menuju perjalanan baru.. I’ m gonna miss you, though..
kalo nikah undang-undang ya,,, (*bersama tiketnya*)
Saturday, June 13, 2009
Potongan surat cinta, yang itu..
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Segala puji bagi Sang Pemilik Semesta yang telah memberi saya kesempatan untuk mengenal dan menjalin ukhuwah dengan akhwat sekalian.. Semoga sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada Insan Pilihan yang menjadi teladan kita, Muhammad S.A.W.
Saya sangat beruntung, dalam rentang hidup saya yang pendek ini saya diberi kesempatan oleh Alloh untuk belajar dari orang-orang besar (atau calon orang besar) seperti ukhti sekalian. Bertemu dengan XXX yang mengajarkan saya ketegasan dalam bersikap, YYY yang selalu hangat dengan perhatian dan kekritisannya, ZZZ yang mandiri dan selalu kaya dengan taushiyah, AAA yang pemberani dan penuh mimpi, BBB yang dalam dan tenang, CCC yang ceria dan enak diajak berbagi cerita, DDD yang serius dalam mempersiapkan masa depan, EEE yang lembut dan membuat nyaman, FFF yang flegmatis dan sejawa (*halah…), GGG yang selalu menularkan semangat.. semua..
Mari saling mendoakan semoga kita semua selalu istiqomah, bersabar, dan melipatgandakan kesabaran kita.. agar suatu hari kelak kita bisa berkata pada anak cicit kita, “Nak.. lihatlah nenekmu ini.. Mungkin usia nenek tak akan sepanjang usia sejarah dan da’wah ini.. tapi saksikanlah, bahwa nenek telah menjadi bagian dari orang-orang yang membuat sejarah.. membangun peradaban bersama orang-orang itu, menumbuhkan cita dalam lingkaran kami yang bersahaja..”
Semoga hati kita terlalu lapang untuk disinggahi keburukan, semoga kita makin konsisten dalam lisan dan laku, semoga kita tak pernah henti berproses menjadi XXX, YYY, ZZZ, AAA, BBB, CCC, DDD, EEE, FFF, iis, dan GGG yang lebih baik..
Bandung, 5 Juni 2009
Saudari kalian dalam mengembara mencari cinta-Nya,
iis
Haha, dipablisyh di sini biar nggak ada lagi yang bikin SC kayak gini =)
Kopi rait ada di sayah..
Any disagreement and so on towards this letter’s content please contact me personally (*termasuk kalo ada yang mau ngorder SC, huahahha..*)
Segala puji bagi Sang Pemilik Semesta yang telah memberi saya kesempatan untuk mengenal dan menjalin ukhuwah dengan akhwat sekalian.. Semoga sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada Insan Pilihan yang menjadi teladan kita, Muhammad S.A.W.
Saya sangat beruntung, dalam rentang hidup saya yang pendek ini saya diberi kesempatan oleh Alloh untuk belajar dari orang-orang besar (atau calon orang besar) seperti ukhti sekalian. Bertemu dengan XXX yang mengajarkan saya ketegasan dalam bersikap, YYY yang selalu hangat dengan perhatian dan kekritisannya, ZZZ yang mandiri dan selalu kaya dengan taushiyah, AAA yang pemberani dan penuh mimpi, BBB yang dalam dan tenang, CCC yang ceria dan enak diajak berbagi cerita, DDD yang serius dalam mempersiapkan masa depan, EEE yang lembut dan membuat nyaman, FFF yang flegmatis dan sejawa (*halah…), GGG yang selalu menularkan semangat.. semua..
Mari saling mendoakan semoga kita semua selalu istiqomah, bersabar, dan melipatgandakan kesabaran kita.. agar suatu hari kelak kita bisa berkata pada anak cicit kita, “Nak.. lihatlah nenekmu ini.. Mungkin usia nenek tak akan sepanjang usia sejarah dan da’wah ini.. tapi saksikanlah, bahwa nenek telah menjadi bagian dari orang-orang yang membuat sejarah.. membangun peradaban bersama orang-orang itu, menumbuhkan cita dalam lingkaran kami yang bersahaja..”
Semoga hati kita terlalu lapang untuk disinggahi keburukan, semoga kita makin konsisten dalam lisan dan laku, semoga kita tak pernah henti berproses menjadi XXX, YYY, ZZZ, AAA, BBB, CCC, DDD, EEE, FFF, iis, dan GGG yang lebih baik..
Bandung, 5 Juni 2009
Saudari kalian dalam mengembara mencari cinta-Nya,
iis
Haha, dipablisyh di sini biar nggak ada lagi yang bikin SC kayak gini =)
Kopi rait ada di sayah..
Any disagreement and so on towards this letter’s content please contact me personally (*termasuk kalo ada yang mau ngorder SC, huahahha..*)
Tentang Warung Soto di Bawah Jembatan
Ini adalah tentang warung soto langganan kami (*is dan in*) sejak pindah ke kosan ini. Soto di tempat ini, yang paling murah dan pas dengan selera kami. (*sebenernya saya lebih gandrung pecel lele-nya sih.. sambal nya oke punya..*)
Sejak awal kami tau kalo ini warung jawa (most warong in this city owned and managed by Javanese people.. mulai soto, nasi goreng, pecel, sampai bakso langganan kami) secara muka-muka Java TM dan bahasa nya yang keluar satu dua celetukan. Tapi, you know what, sejak awal kami beli sampai sekarang (*hampir dua tahun*) kami ragu mereka mengenali kami sebagai orang jawa atau tidak. Hehehe.. kami selalu konsisten memakai bahasa Indonesia yang terkontaminasi basa sunda.. yeuh.. bukan kenapa-napa.. takutnya entar dikasih banyak haha =D
Hmm,,
Persaudaraan sesama perantau.
Belum benar-benar merasakan itu
Hmm..
Tapi yang paling membuat saya terkesan adalah, (*sok lah kalo mau dibilang ‘umuk’ mah..*) keseriusan warung-warung jawa itu dalam me-maintain dan melayani pelanggan-pelanggannya. Satu hari, dengan alasan beli nasi putih dua ribu saya berhasil memecahkan uang 50ribu perak di warung nasgor langganan kami.. wuiih.. pokoknya inilah praktek customer care yang diceritakan mas HK di buku-buku marketingnya. Bayangkan, untuk mendapatkan uang tukeran 50ribeng itu, sang mas warung harus berjalan nyebrang dan keliling-keliling ke banyak warung dan toko lain! Padahal, FYI, sebelumnya kami sudah ditolak oleh berbagai warung dan toko tempat kami belanja sebelumnya (nominal belanjaan lebih besar dari dua ribu) dengan alasan nggak ada kembalian.. hmm.. maka melekatlah branding dan positioning warung itu sebagai warung ulet nan ramah pelanggan.. hehe, meski, teuteup.. kami selalu belanja sebagai orang ‘nasional’ tanpa memakai privilege kami sebagai orang jawa yang bisa jadi bakal dapat layanan lebih.. (*HALAH!!!*)
Jadi intine tulisan iki opo?
Seperti biasa.. ngga ada intinyah!!!!
Sejak awal kami tau kalo ini warung jawa (most warong in this city owned and managed by Javanese people.. mulai soto, nasi goreng, pecel, sampai bakso langganan kami) secara muka-muka Java TM dan bahasa nya yang keluar satu dua celetukan. Tapi, you know what, sejak awal kami beli sampai sekarang (*hampir dua tahun*) kami ragu mereka mengenali kami sebagai orang jawa atau tidak. Hehehe.. kami selalu konsisten memakai bahasa Indonesia yang terkontaminasi basa sunda.. yeuh.. bukan kenapa-napa.. takutnya entar dikasih banyak haha =D
Hmm,,
Persaudaraan sesama perantau.
Belum benar-benar merasakan itu
Hmm..
Tapi yang paling membuat saya terkesan adalah, (*sok lah kalo mau dibilang ‘umuk’ mah..*) keseriusan warung-warung jawa itu dalam me-maintain dan melayani pelanggan-pelanggannya. Satu hari, dengan alasan beli nasi putih dua ribu saya berhasil memecahkan uang 50ribu perak di warung nasgor langganan kami.. wuiih.. pokoknya inilah praktek customer care yang diceritakan mas HK di buku-buku marketingnya. Bayangkan, untuk mendapatkan uang tukeran 50ribeng itu, sang mas warung harus berjalan nyebrang dan keliling-keliling ke banyak warung dan toko lain! Padahal, FYI, sebelumnya kami sudah ditolak oleh berbagai warung dan toko tempat kami belanja sebelumnya (nominal belanjaan lebih besar dari dua ribu) dengan alasan nggak ada kembalian.. hmm.. maka melekatlah branding dan positioning warung itu sebagai warung ulet nan ramah pelanggan.. hehe, meski, teuteup.. kami selalu belanja sebagai orang ‘nasional’ tanpa memakai privilege kami sebagai orang jawa yang bisa jadi bakal dapat layanan lebih.. (*HALAH!!!*)
Jadi intine tulisan iki opo?
Seperti biasa.. ngga ada intinyah!!!!
masuk ke kolam
keluhku pada bulan,
tRaC3
Thursday, June 04, 2009
PG
hapus jejakmu,
kataku pada diriku yang lain
yang suka euphoria super sanguinis ekstra
"tapi bagaimana?",
kata diriku yang lain
yang kadang suka begonya nggak kenal batasan
arghh..
pokoknya..
("lagi gila ya?", kataku pada sebagian diriku yang nulis catatan ini)
kataku pada diriku yang lain
yang suka euphoria super sanguinis ekstra
"tapi bagaimana?",
kata diriku yang lain
yang kadang suka begonya nggak kenal batasan
arghh..
pokoknya..
("lagi gila ya?", kataku pada sebagian diriku yang nulis catatan ini)
Wednesday, June 03, 2009
Saat harus menulis surat cinta
Hmm it's been a very long time.. Hmm what shall I write then.. Mmm try to learn and confess how ungrateful am I to have you all this long .. Mmm..
episode b;l;
bumi; Episodeku adalah jejak-jejak sahaja yang (mencoba) menapak alur epik paling manusia dari sejarahnya yang purba.. langit; Episodeku adalah taburan gemintang yang menuntunmu menjadi manusia kembali setelah kembaramu yang mengimpi..
Saturday, May 23, 2009
Persistent
Sepotong rindu,
Penaka amoeba..
Kau tekan,
Luluhkan,
Tetap tak terkalahkan..
Kau bagi-bagi,
Malah terduplikasi..
Ah, payah..
They said…
They said it’s gonna be easier for you as you’ll soon become an A-Rank university graduate…
They said it’s gonna be easier for you as you’re a woman…
They said…
They said…
Kataku padamu..
I think you’re gonna be a great person someday..
And everybody who love you would be so proud of you..
MU
Aku berdiri di garis kewarasanku yang terluar
Berharap padaMU,
Satu-satunya keberadaan yang tiada pernah punya kepentingan..
Menunggu,
Tapi bukan menungguMU..
Karena Kau telah hadir, tanpa awal tanpa akhir..
Aku menunggu
Diriku
Untuk mengertiMU
MengenalMU
Sekedar yang bisa ditadah pencerapku
Yang tiada sanggup menampung keagunganMU..
Subscribe to:
Posts (Atom)