Thursday, February 19, 2009

Karena..

Mengapa ulama akhirat tidak pernah berkelahi, dan ulama dunia tak putus-putus bertengkar?
Karena akhirat itu luas tak bertepi, sedangkan dunia sangat sempit.
Wajar bila ulama dunia saling bertabrakan.

-Rahmat Abdullah: Untukmu Kader Dakwah-

Friday, February 06, 2009

The War: Jejaring Sosial dan Bakso

Baru-baru ini saya dikompor-kompori untuk maen pesbuk, iseng fotofunia, juga beberapa undangan jejaring sosial entah apa. Dan karena sang kompor rupanya sudah ulung menggunakan ajian ngiklan dengan baik dan benar (repetisi, romantisasi, dan seabreg si lainnya), jatuh lah saya pada perangkap di atas. (Padahal FS saya aja ngga keurus.. kok doyan banget nambah open-openan). Harus diakui fitur-fitur FB ini memang benar-benar 'hot' dan user friendly

Berbeda dengan account FS dan blog, di FB saya menjadi sosok maya yang real alias anonymous-user-no-more =) Ya, demi menghormati jagat relasi yang nampaknya akan jauh lebih beradab kalau tidak kecebong-kecebongan: “Biarkan saya bicara sebagai iis yang itu lho.. yang kalian kenal pas anu, kita kan dulu satu itu.. inget ngga…” kira-kira kasarnya kayak gitu. Oleh karena daripada itu, di FB saya cukup selektif masukin friendlist. Kalo ngga kenal ya ngga di add. Hmm,…

Sampai kemudian sampailah kabar pada saya betapa FB merupakan salah satu sumber pendanaan zionis. Terdoronglah hati ini untuk mendeaktifkannya. Tapi dengan sedikit banyak nanya sana sini, akhirnya saya putuskan mengambil jeda waktu untuk melihat seberapa besar manfaat yang bisa diambil dibanding kerugiannya. Dan jeda itu masih berjalan.. semoga bisa..

Pesbuk Hamas yang aneh

Salah satu yang menyenangkan dari jejaring sosial ini adalah kita bisa menjadi penggemar suatu organisasi atau tokoh tertentu. Dan baru-baru ini saya menjadikan salah satu pendukung user Hamas di FB. Aneh. Nggak ngerti deh.. kok bisa ya (*seperti biasa, this time I do something first, think later…*) di wall nya sendiri malah merefer ke user che Guevara (nulisnya gimana sih kakak?) ya gitu deh. Cukup banyak kejanggalan sejak awal saya berkelana di FB. Yang pada akhirnya mengingatkan saya akan perang yang di bawah ini:

The (new) War: informasi!!!!!!!!!

Masih ingat satu hari saya pernah mengiming-iming bukunya JWD yang berjudul The Blue Nowhere? Atau kalau sempat baca bukunya ra-Den Coklat yang kalo ngga salah judulnya The Deception Point, maka kita patut waspada pada jejaring seperti ini. Phising, hacking, dan kejahatan virtual lainnya bisa jadi memanfaatkan jejaring sosial sebagai resource mereka. Jangan pernah lupa bahwa kejahatan maya ini bisa mencelakakan dan merugikan secara fisik.

Bayangkan.. alangkah mudahnya mencari orang-orang yang berafiliasi terhadap gerakan atau golongan tertentu. Kemudian trace orang-orang yang mereka kenal, lingkungannya, hobinya, statusnya, link-nya.. done! Beres! Kejaring semua informasi yang ingin didapat.

Saya yakin, saya dan Anda tidak pernah punya kelebihan waktu untuk membaca statement privacy mereka. Tinggal maen sign up dan langsung seluncur. Hmm, .. amankah? Benarkah semua data 'save' dst? Hmm,,

Yang jelas mereka telah meraup begitu banyak keuntungan dari sana.

Bakso

Yang ini adalah cerita tentang kedai bakso favorit kosan cebong yang dikasih kode rahayu padahal sebenarnya lestari.. (?? yang nggak ngerti diem aja) Aku yakin nih kedai pasti dirindukan para alumni kosan kebit58 alias kosan cebon9 heuheu...

Bisa dibilang kedai ini sudah keluar dari zona pengukuhan jati diri dan persaingan antar sesama kedai bakso. Udah survive dan eksis lah, apalagi sekarang lokasinya sudah pindah ke tempat yang lebih strategis =D

Sayangnya, beberapa kali terakhir kami melampiaskan hobi ngoskab kami di sana, pengalaman buruklah yang menimpa kami. Mulai dari insiden tuuut yang mengenai bakso Uda Sil sampe kesalahan salah order minggu kemarin. Hmm.. Kita lihat saja traktiran malam nanti.. Nasib rahayu bin lestari akan ditentukan pada traktiran Uda sil malam ini! Pokoknya aku double bakso gede, oke oke oke?

Hubungannya Bakso ama perang informasi apa sih? Ya pokoknya gitu deh. Moral cerita adalah, jangan coba-coba kecewakan kami saat makan bakso! Kalau tidak akan kami sebar di blog hingga tiada lagi orang yang mau makan bakso, huahahha...

Ruh itu..

..................................Februari 7, 2009

Hari ini adalah hari di mana pertama kali aku secara langsung satu forum dengan saudaraku yang berasal dari Gaza sana, dan termasuk salah satu orang yang berjuang secara langsung dalam jihad dalam barisan Hamas, insyaAlloh.

Dua tahun di bawahku usianya. Tapi sekali lihat, saya tahu 'usia' mentalnya jauh di atas semua yang ada di antara kami saat itu. Kamu tahu teman, sejenis aura yang membuatmu ingin mengingat surga, sama seperti yang dikisahkah Andrea Hirata saat bertemu pemimpin pejuang Afghan. Hmm,..

Hanya sepuluh menit dia bicara, itu pun mesti memakai penerjemah. Sangat sayang, begitu singkat kesempatan yang dimiliki sementara banyak pertanyaan yang tidak sempat saya lontarkan. Pertama karena kurangnya kemampuan bahasa saya, kedua karena kurangnya nyali si cebong ini.. huhuhuhu.. Y_Y (*ini hari di mana saya sangat-sangat menyesal tidak menguasai lughotul arobiyyah.. sangat-sangat menyesal dengan my very very bad english...* sekaligus menumbuhkan semangat saya kembali mempelajarinya. Semangat dan Istiqomah Bong!!)

Teman, telah banyak wiracarita dari seberang sana. Dan kamu bisa menyadapnay dari mana pun. Tapi aku hanya akan mewariskan satu saja dari kata-katanya tentang perjuangan itu:

?? Apa yang dipersiapkan Hamas mengingat perjuangan ini masih panjang, menghadapi gempuran Israel yang begitu berbahaya dengan peralatan tercanggih dan lengkap?

++ Hanya dua saudaraku: ALLOH dan RASULNYA!

bismiLLAH,
saksikanlah saudaraku,
satu hari nanti aku pun akan sepertimu,
menjadi anak kandung da'wah yang tiada kenal menyerah
dan wasiatmu yang paling besar itu, peliharalah Al-Qur'an dan Shalat Berjamaah,
semoga aku dan saudara-saudaramu yang di sini dan di bumi manapun,
bersama-sama menunaikannya

Tuesday, February 03, 2009

Bukti yang Tersisa

kapan hari saya pernah sok uar-uar soal maen bungkus. Nah, nie die salah satu bukti yang tersisa. Taken with Samsung D-sekiansekian.


aksen mawar biru yang lahir secara tidak sengaja.


saat belum finishing touch, beserta segala kekacauan yang ditimbulkannya.



Ini kartu yang dibuat untuk menampung doa, ancaman, tagihan, (*weeks..*) dari para pengirim kado =)

Yeah. bersyukurlah foto-foto kado yang lain ngga ditemukan... kalu ngga ni blog isinya poto semua.. capek deeh.. :P

Friday, January 23, 2009

PLat MoTor



Ada satu hal yang sangat mengganggu mata saya beberapa waktu lalu
entah kenapa, sesuatu yang sudah sering saya lihat sebelumnya tapi tidak pernah saya perhatikan itu kali ini membuat saya agak meradang: "Memangnya kepolisian tuh ngga punya estetika banget ya? Kok kaku banget.. masak motor bagus-bagus dikasih plat yang kotak asal ada tulisannya dan bla bla bla bla..."
Heuh,, pokoknya merusak banget..
hmm, hayo desainer Indonesia, masak ngga ada ide sih?
Masak cuap-cuap aja sih bon9..
halah..

nih liat :


Tuesday, January 20, 2009

BismiLLAH

Mungkin postingan ini sangat basi..
tapi konten qunut berikut ini sama sekali tidak pernah basi
karena perseteruan itu masih akan terus berjalan,
hingga salah satu akan menang
hingga batu-batu bicara..

berdoalah semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang mengusung kemenangan itu,
Aamiin..

Monday, January 19, 2009

My Hejo

Ini adalah jaman ketika saya masih pake nomor AS yang kadang-kadang kumat gelonya..
iyah, masak iya saya nelpon orang sampe sekali telpon habis 1,5x 10 pangkat 9 rupiah..
pake uang buyutnya siapa tuh? fyuuuh...
sayang dipotonya pake kamera hp, heuheu jadi kurang dramatis ^-^

The Mushalla

Hampir di semua tempat perbelanjaan dan arena bermain yang pernah saya temui, musholla selalu ditempatkan di lokasi 'buangan' dan tidak terawat.
Bahkan, sedihnya, di kampus saya pun banyak musholla kampus yang kurang terjaga kebersihannya. (*padahal dipake tiap hari!*)
nih yang di bawah ini adalah pengecualian.. baru di sini saya nemu perbelanjaan yang memperlakukan tempat ibadah tersebut dengan semestinya. Yup. Ciwalk.




: siapa yang akan menyelamatkanmu.. dari dirimu sendiri?

Arrgh..

semua yang terjadi di kota itu,
jadi tampak lucu olehku..
bukan, bukan karena seribu dua ratus nyawa tak berarti buatku, bukan
bukan itu
tapi alangkah lucu
jiwa-jiwa itu harus pergi menjemput surga karena ketakutanmu yang semu
ketakutanmu pada dirimu sendiri

adalah melelahkan
melawan bara yang tak pernah lelah,
karena bahan bakarnya adalah keimanan, yang kau sendiri tak mengerti, substansi apakah itu
kau tak mengerti bukan?
bukan, bukan karena kau tak pernah punya
kau punya, tapi keimanan bagimu adalah kabut yang menggantung sementara,
yang gemetar saat ibu suci kota itu menggiring anak-anak mereka,
ya, anak-anak mereka yang lebih-lebih lagi menggentarkanmu, ke masjid-masjid itu
saat kebenaran menjadi musuh yang menyingkap halimun palsumu..

Sunday, January 18, 2009

just, hmm..


kerinduan ini padamu
adalah serupa embun
di atas dedaun keladi
di pinggir rawa
lemah
kian kemari..
tapi kau tahu,
bahkan angin
bahkan mentari
tak pernah berhasil
memupuskan juangnya
dia kan datang
datang
dan datang lagi
hingga labuh
di tegar batang kaktus
di sana
di ujung dunia pasir yang serba lain
dirimu