Sunday, December 30, 2007

embun dan bunga

mbun, aku sudah bilang pada Tuhan
kumohon pagi jangan pernah datang..
tapi Dia hanya tersenyum
mungkinkah Dia lupa bilang iya?


tapi kata ibu Tuhan tidak pernah lupa


kita cekal saja surya?
beri dia sekadar waktu mengaso
tapi, embun, aku tak bisa!
Tuhan bilang nanti bunga binasa


bukan, bukan!
Aku tak bisa menahan surya
bukan berarti ku pilih bunga..
kau tahu kan bunga selalu pilih kasih?
dia tumbuh di mana dia suka
sedang kamu turun di mana-mana..

tunggu dulu embun, biar ku tanya bapak
bagaimana teknik negosiasi dengan Tuhan..
mungkin jika lidahku cukup lihai,
aku boleh menyimpanmu dalam saku

tapi bapak bilang negosiasi mempannya buat politisi
Tuhan tak perlu politisasi
Dia punya segala

embun, masuk saja dalam nadiku
jadilah darahku, jadilah keringatku
mungkin Tuhan akan marah
tapi Dia tak akan menghukummu
5:43 PM 12/8/2007

GOD, I just want to cry
is that a crime!

niji no ue ni

gerimis akan reda, kun
dan tak ada hubungannya dengan pelangi


gerimis anak awan
sedang pelangi adalah anak matahari


"apakah mereka tidak pernah bertemu?"


entahlah..
kau tanyakan sendiri saja!

Friday, December 14, 2007

Yosh..
kukejar dirimu sampai maret tiba!!!!!!!

Titip Senyum pada Elektron

sebuah 'perhelatan' dari tuts ke tuts, siang ini.

whyeach (15/12/2007 11:19:17): gmn TAnya?
whyeach (15/12/2007 11:19:17): dah jalan lg?
whyeach (15/12/2007 11:19:17): smangath is....
whyeach (15/12/2007 11:19:17): Kapan2 yeni boleh yah ikut nimbrung
whyeach (15/12/2007 11:19:28): bikin kacau TAmu...
whyeach (15/12/2007 11:19:28): hohohoho
d_immoeth (15/12/2007 11:19:32): ok ok ok e
d_immoeth (15/12/2007 11:19:43): doakan ku
whyeach (15/12/2007 11:21:13): Insya Allah
whyeach (15/12/2007 11:21:40): Hayo...Iis...segeralah bertaubat!!!
whyeach (15/12/2007 11:21:40): hehehe
d_immoeth (15/12/2007 11:22:21): hikkss
whyeach (15/12/2007 11:24:07): cup...cup...cup...
whyeach (15/12/2007 11:24:07): jgn nangis...
whyeach (15/12/2007 11:24:07): nih aku kasih ini...
** ikon yang tidak pantas dipertontonkan pada anak-anak 17-**
d_immoeth (15/12/2007 11:24:39): ga mau
d_immoeth (15/12/2007 11:24:44): maunya coklat
d_immoeth (15/12/2007 11:24:49): ama duittt
whyeach (15/12/2007 11:25:28): iya...Insya Allah
whyeach (15/12/2007 11:25:28): kapan2
whyeach (15/12/2007 11:25:36): kalo duit mah ngga ah
whyeach (15/12/2007 11:25:42): kan dah ada dari suami kamu
whyeach (15/12/2007 11:26:00): yeni jg g mau mendahului jodohmu is....
whyeach (15/12/2007 11:26:07): hhohoho
d_immoeth (15/12/2007 11:26:26): gludaaaaaaaaaakkkkk...

oalah.. emang suami sumber duit ya Yen? masak sih??? =O

[setelah sang teteh menanyakan: bagaimana adik-adikku.. sudah siap?]

Tragedi [Foto] HaPe

kemaren sore,
saat hujan malu-malu kucing mengguyur kawasan yang biasanya disebut Bandung, si akuh dan teh T berjalan penuh semangat menuju kantin S.

tetitut : ngapain is?
si akuh: hehe, miskol t'eu..
tetitut : lhoh.. kamu nggak tau? HaPe eu kan baru ilang..
si akuh: hah? kan di dalamnya ada foto is nya?!?!?!?!
tetitut : *glodak*^%!(#/$@&!">:"

[hohoho, begitu narsisnya sampai yang dipikirin pertama kali adalah...]

Thursday, December 06, 2007

jangan pusingkan apakah keputusan yang kamu buat salah atau benar
pikirkan saja, apakah kamu akan menyesalinya atau tidak
dan itu sudah cukup

BaB# 0

NiaT

Thursday, November 01, 2007

Walking ArounD,,

11:10 PM 11/1/2007

*)) photonyah nyusul yeuh,,

kemaren siis dan sindah ke gokana teppan, nun di pelosok ciwalk sana, ditengah guyuran gerimis bandung yang mendirikan bulu roma (*dingin, gila*) plus payung raksasa super berat yang nyatanya tidak sanggup melindungi pakaian mereka dari lembab. akhir bulan yang damai. sedamai dompet mereka yang sepi, hihi.. tapi apalah daya, toh memang sudah tradisi mereka melampiaskan penyakit 'gratilan' saat musim bokek melanda. sok-sok'an menjadi Bung Bondan yang sowan ke kedai-kedai kapitalis, nyicip makanan bermerek sekalian menipiskan kantong, biar gak usah disetrika. paruh terakhir bulan ini saja sudah dua kali mereka melampirkan fulus ke mbak-mas kasir warung semacam itu. kasihan sekali kan orang tua mereka? (*secara belum ada penyandang dana lain yang patut dituntut pertanggungjawabannya*). tapi beruntunglah, untuk kali ini rupanya mereka berhasil ngompas harta karun sinu, alih-alih menjulurkan isi kantong mereka sendiri (*yang memang sudah kosong*).


akhirnya, saat mereka meninggalkan meja mereka, (*lho, makannya kapan?*) dua porsi tempura misho ramen seukuran empang (*busyet, banyaknye.. aseli!*), satu cold ocha (*emakku memanggilnya es teh gak pake gula*), plus satu jus setroberi (*kayaknya dikasi sirop setroberi juga*) telah tandas tinggal sejarah. dua piring kecil welcome snack masih nyisa satu (*ada kerupuk kerang-kerangan yang dulu biasa dibikin mbah-mbah tetangga di kampung). secara umum, komentar mereka:
1) wah, gila.. ini sendok apa centong? (*toh dipake juga buat nyeruput kuah ramennya*)
2) hawanya tenang, suweeeger (*secara duduk di deket jendela raksasa abis ujan-ujanan*)
3) lho, kok suasanya gak 'njepang' banget? (*pola mozaiknya itu lhoo.. keemasan rame abisss!*)
4) wah, mana ni tisu.. tisu? (*oalah, kok gak disediyakan? belon tau dia, ada tamu yang super berlepotan macam mereka*)
5) lha, air putih? (*mbak.. mbak.. ya beli tho! mesen githu!*) hayaah..
6) wah, kok para penunggunya (*waiter?*) murah senyum 'n ramah abis yak?
7) porsinya jo, wueh.. bikin puas.. (*secara jatah makan sepuluh kali sekali embat.. ya terang saja! tapi nanti malemnya nak lapar lagi tho?*)


setelah ngaso, tanpa ada keinginan walking-walking di area belanja itu, mereka memutuskan untuk back to kosan. yah, berjalanlah mereka menuju pertigaan ciumbuleuit (*secara jalan cihampelas hanya satu arah.. dan ternyata juauh men!). itung-itung menunaikan ibadah berjalan 10000 langkah plus mengurangi kelebihan tekanan pada perut. selanjutnya, mereka pun ngangkot dan berubah ke wujud aslinya sebagai dua mahasiswa semanis lobak dicelupin krim cokelat (*dengan status XY000 perak lebih kere*).

oh iyah, tadinya pas digerbang masuk, mereka diperiksa dengan detektor logam (*sensor bom?*) oleh mas-mas sekuriti.Sebegitu maniskah mereka sampai-sampai mas sekuriti bela-belain cari-cari alasan biar bisa ngedeketin dua makhluk berjilbab itu? Ck.. ck.. ck..! tapi alangkah betenya, kok tega-teganya mas sekuriti hanya memeriksa mereka berdua, sementara mbak-mbak bercardigan dan akang bercelana bermuda di belakang mereka dibiarkan nyelonong dengan merdeka. wuihh.. panas! (*diskriminasi akibat gejala islamophobia). mungkin seiring dengan naik daunnya para aliran sesat, mereka berdua yang punya tampang patut diduga menyimpan segudang prestasi (*dan utang*) ini menjadi sasaran kecurigaan.. duh!

Baka janai yo!

11:06 PM 11/1/2007

x: ah, aku ini memang benar-benar bodoh!
y: tidak.. kamu tidak bodoh.. kamu hanya bertingkah bodoh!



a: ah, kamu ini memang benar-benar bodoh!
b: tentu saja, aku harus cukup bodoh agar bisa bicara dengan orang paling bodoh sepertimu ini!


z: diam kalian!


[tugas ajaib yang ajaibnya bikin 'bodoh']