Sunday, January 15, 2006

Hikz..
chatting ma sweden 'araraneh'..
pengen ngejelasin banyak hal bout islam..
apa daya ..

katakataberserakandidasarbatokkepalatanpaenergiuntukmeruapkekancahmakna

duuh..
kerasa banget deh kalo inggrisku so poor!!
payahhh!!

cAhAyA: morning has broken...

Semoga Allah melimpahan kesabaran yang menyamudera, menuntun kita menuju bijak yang mengaliri setiap jenak milikNya, menjadikan tsabat sebagai bentuk penjagaanNya, sehingga kelak kita menjumpai bahwa istiqamah-lah yang menjadi pakaian kita.....

This Morning


Wadow, .. its seemly.. =(

Hari ini
Aku mulai hari baru dengan mualess buangettt…
Bangun langsung nongkrong di depan kompi yang semaleman lupa dimatiin, nonton Naruto.. hehe, aneh.. we’re so contradictive … (Naruto and me, I mean)
Hm, kalo seluruh dunia berpikir bergerak dan bersikap seperti aku,
Apa jadinya dunia ini?!?
Pfuuh.. payah..

Tahu hal paling nggak penting di dunia adalah ngerjain hal nggak penting!
Nampaknya hal-hal nggak penting yang suka tiba-tiba jadi sok penting itu suka nggembung, kayak balon yang keasyikan ditiup…
Makan waktu seenaknya …
Truss… tau-tau …
Bloooooooooooooooom……
Meledak deh..
Then we know..
It’s nothing but a shit!


==
Thank You Alloh, for this silent morning …
I have to get up and catch the OBT, anyway ..
*\Shall having a chat with my lit’ sist at 2 PM.. Oow.. just dun act like Kakashi this time :(


Manusia itu lemah ya?

Bahkan kadang saat dia sudah tau betapa salah kelakuannya,
Dia tak berdaya untuk mengubah dirinya sendiri..
Entahlah,
Apakah apologia seperti itu bisa diterima
Entah tidak

Monday, January 09, 2006

May be One Day..




hehe..
berkhayal,
kapan qt bisa kayak gini, Men?


===

SBY-JK fur e'vrithin'

Wednesday, January 04, 2006

cAhAyA.. 2

"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)

CaTaTaN aKHiR tAHuN

12/11/2005 3:02:48 PM

BismiLLAHirrahmaanirrahiim..

SubhanaLLoh!
Ternyata pagi ini burung-burung masih bernyanyi, pun bebungaan masih tersenyum menyambut embun.Siang belum cukup matang saat rinai pedang langit menempuh takdirnya yang baru, menjadi genangan di jalanan, atau membanjir di selokan, sebelum tunduk pada hukum-NYA, mengembara mencari tempat sujud terendah.

Ya, hari ini masih sama seperti hari-hari di musim penghujan lainnya. Masih sama seperti hari-hari yang lalu juga. Kecuali, jika kita mau berhenti sejenak. Sejenak menatap kalender yang kian kurus, menyadari bahwa Desember tinggal hitungan pekan, bahkan hari. Beberapa hari lagi, dunia akan rikuh dengan persiapan menyambut tahun baru, menyambut langkah baru di tahun ke enam alaf ke tiga ini. Kelap kelip lampu, tiupan terompet, denyar kembang api, tawa canda semalaman, entah apalagi. Iseng aku membatin, hm, sungguh, berapa banyak yang sebenarnya benar-benar bersiap meninggalkan ’masa lampau’ menuju ’tiga ratus enam puluh lima hari’ kedepan yang masih putih? Ataukah, tahun baru hanyalah kerejap sesaat, euphoria isuistik tradisi semata? Sekedar ganti tahun buku, ganti kalender, daan.. ganti ’bilangan’ tahun? Ah, enak sekali kalau saja catatan amal kita juga bisa dicampakkan ke tempat sampah bersama almanak lama kita!!!

Ternyata tidak. Tidak ada ayat yang bisa dijadikan hujjah, bahwa tahun baru berarti kita akan mendapat buku catatan amal yang baru. Sayang ya? Hehe, padahal tahun yang bertambah mengindikasikan usia kita pun bertambah, mendekati limit ajal kita! Ajal dimana Sang Pemilik Umur akan mengambilnya kembali! Ironis memang. Ketika hal itu terjadi kebanyakan orang malah merayakannya dengan bersenang-senang! Ya, merasa riang saat malaikat maut mungkin sudah menyeringai mengintai di belakang kita! (*AstaghfiruLLOH.. penulis mohon ampun, jika masih mengatakan hal yang belum bisa dilakukan..Moga Alloh mengampuni)

Yup, apa sih arti tahun baru. Ketika kebohongan-kebohongan masih meluncur dari lisan kita, entah sengaja entah setengah sengaja. Apa artinya jika orang-orang yang terpinggirkan dan dipinggirkan tidak bisa menikmati buah amal kita. Apa artinya jika empat puluh rumah di sekitar rumah kita tidak ikut menikmati cahaya kebahagiaan dari lentera kita. Apa artinya jika teman-teman kita tak mendapati wajah kita adalah solusi bagi kesulitan kesukaran mereka. Apa artinya ..

Anyway,
Mungkin inilah saat bagi kita untuk berhenti sejenak, melapangkan ruang hati kita dari sesak hampa yang maya, mengisi kantong-kantong kebahagiaan kita. Merenung. Berkontemplasi. Berfikir, kalau-kalau kita sudah terlampau jauh melenceng dari tujuan penciptaan kita. Sudah sebesar apa jiwa yang bersemayam dalam diri kita? Sudah sebijak apa ’aku’ saat ini? Sudah secerdas apa kita mempersiapkan kematian?
Menunduk. Mencoba takjub, pada semua kenikmatan dan keajaiban yang terbenam, yang tak mampu kita nikmati karena begitu sibuknya kita mengejar bayang-bayang dunia. Jangan-jangan kita tidak tahu warna pelangi di manik mata bocah kecil kita. Jangan-jangan kita tidak menjadi saksi senyum terindah azwaaj kita. Jangan-jangan kita tidak tahu adik kita sudah semester berapa. Jangan-jangan kita tidak tahu rambut ayah bunda yang memutih, mengeriput merenta...
Jangan-jangan.. jangan-jangan.. wah.. bahkan kita juga tidak tahu wajah kita menua!

Yah, berhentilah sejenak. Menyulam makna dalam usia kita yang ke berapa ini. Menancapkan sebongkah tekad, inilah tumpuan kita untuk terus memperbaiki diri. Walaupun, Sebenarnya, tak ada landasaan dalam Islam untuk mengagungkan putaran baru penanggalan sonar ini, karena kita punya sistem penanggalan sendiri. Tak ada salahnya kita memanfaatkan momen, selama hati kita tetap lurus padaNYA, bukan untuk mengikuti jejak orang-orang yang durhaka. Toh, matahari pun milik Alloh juga!
Hope that I can see the Brand New You!


__May ALLOH Love You, All My Friends!
And Shower You with His Light!! Peace be Upon You!!__

Parisj van Java yang Hilang,
Catatan kecil fur my friends ‘n my enemies (* ada gituh? I hope not!)

..cAhAyA

Utsman bin Affan r.a. berkata, "Barang siapa hidupnya dalam keseimbangan dunia dan akhirat, dia disenangi Allah; barangsiapa meninggalkan perbuatan dosa, dia disenangi oleh para malaikat; dan barang siapa meninggalkan keserakahan terhadap kaum muslimin, dia dicintai mereka."

Monday, January 02, 2006

biSMiLLaH

luruskan niat
di awal
di tengah
di akhir



.. moga kita jadi bagian dari sedikit orang yang digelari Alloh Muhlisin...

Wednesday, December 28, 2005

Kebaikan yang Berkah

12/28/2005 11:28:35 AM

Kebaikan yang Berkah, Keberkahan yang Baik

Seorang Trevor di usia belianya yang baru menyentuh dua belas tahun, begitu berhasrat untuk mengubah dunia, dengan caranya sendiri tentunya. Sebuah proyek yang dia namai ‘Pay it Forward’ menuangkan idenya untuk membuat lingkaran-lingkaran kebaikan yang tiada putusnya. Bagaimana tidak. Jika seseorang mendapat kebaikan, maka dia harus berbuat kebaikan pada tiga orang lainnya. Bukan pada orang yang memberinya kebaikan tadi! Dengan demikian, rantai ‘balas budi’ itu akan terus menggelinding dan membesar.. sama seperti MLM atau arisan berantai yang heboh itu.. satu menjadi tiga, tiga menjadi sembilan, sembilan menjadi dua puluh tujuh.. seterusnya.. seterusnya..

Betapa kejernihan hati seorang anak yang menebus keinginan besarnya untuk mengubah dunia, bahkan dengan nyawanya sendiri. Sebilah pisau menghentikan detak jantungnya ketika ia melindungi kawan kecilnya yang diganggu berandal! Tapi nurani dunia tidak buta. Dunia mengenangnya sebagai pahlawan kecil yang kepergiannya menggoreskan kepedihan di hati semua orang. Kebaikan kecil, ditambah dengan tekad yang kental tanpa ambang, berhasil meruntuhkan ke’sesat’an ibunya sekaligus menyelamatkan hidup seorang tunawisma dari cengkeraman hantu narkotika. Ya, ‘hanya’ tiga kebajikan utama yang dia lakukan. Tapi nyatanya, ia beresonansi dan mengusik gelombang kebajikan baru yang menggema hingga ujung dunia lainnya. Menakjubkan..

Mungkin memang demikian adanya.
Ketika sebuah kebajikan dilakukan,
Maka tidak ada yang kecil..
Maka tidak ada yang ringan..
Karena pasti telah melalui penyaringan dan ujian kemantapan hati juga kegagalan..
Seperti halnya Trevor hampir putus asa melihat betapa perubahan itu tak kunjung nyata,
Merasa gagal dilangkahnya yang sepenuh jiwa!
Tapi nyatanya tidak!
Kebaikan itu hanya diam sejenak, mencerap makna ‘kejernihan’nya, ketika satu persatu orang-orang yang dia ‘proyekkan’ mulai tercerahkan. Lalu masing-masing menerima ujian dan kesempatannya untuk mengkopi tiga kebaikan lainnya.. Lalu.. Lalu begitulah..
Di hari kematiannya, seluruh kota benderang oleh nyala lilin sebagai pernyataan duka cita atas kepergiannya. Tapi, lingkaran-lingkaran kebajikan itu terus menggurita, mencakup belahan bumi lainnya. Terus mengalir… melintasi batas usianya yang pendek itu! Inilah keberkahan amal, melebihi panjangnya usia..

Hanya cerita film.
Tapi Anda, saya, dapat mewujudkannya!
Karena perubahan besar, hanya bisa terjadi jika semua lokus kecilnya telah memberi ‘nilai’ yang sama: berubah! Tidak ada perubahan besar, kecuali elemen-elemennya pun telah beralih! Bertransformasi..
Mungkin Anda, saya, kita bisa memulainya sekarang juga. Hm, tidak harus tiga, rasanya.
Just do it as ‘excellent’ as possible! Banyak pun boleh!
Karena usia kita tidak diimpaskan dengan banyaknya amal yang kita lakukan,
Tapi : seberapa tangguh kita menggapai “Ahsanu ‘Amalaan…”
Beramal sebaik-baiknya, seprofesional-profesionalnya, ..
Begitu kata Al-Qur’an
Dan saya meyakininya

Hingga,
Bila keikhlasan berpadu dengan keteguhan untuk terus menapak jalan amal,
Jalan du’at
Maka
Tiada lagi yang bernilai rendah
Semuanya agung
Semuanya besar
Kebaikan kita, (*semoga…) menular pada sebagian yang lain..
Dan
Biarlah Alloh saja yang menilai.. entah berapa cabang yang akan mencuat dari setiap batang, berapa bulir yang kan membebani setiap helai..

“Beramallah..
karena sesungguhnya Alloh, Rosul-Nya dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu..


bertanya-tanya,
akankah usia berkah akhirnya…